indonews

indonews.id

PNM Perkuat Pemberdayaan UMKM Perempuan, Dari Pesisir untuk Kemandirian Ekonomi

Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperkuat melalui pendekatan berkelanjutan. Dengan mengusung konsep tiga modal—yakni intelektual, finansial, dan sosial—PNM berupaya menciptakan ekosistem usaha yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga saling menguatkan.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID - Komitmen PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam memberdayakan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperkuat melalui pendekatan berkelanjutan. Dengan mengusung konsep tiga modal—yakni intelektual, finansial, dan sosial—PNM berupaya menciptakan ekosistem usaha yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga saling menguatkan.

Sekretaris Perusahaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan di wilayah pesisir menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk memperluas dampak sosial. Hingga kini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta nasabah perempuan di seluruh Indonesia.

“Kami hadir mendampingi ibu-ibu di pesisir untuk tumbuh dan berdaya. Melalui hasil olahan laut, mereka tidak hanya berdaya secara ekonomi, namun juga memberdayakan sesama dan tumbuh bersama,” ujar Dodot dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026).

Momentum Hari Kartini menjadi pengingat kuat akan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat. Dalam semangat tersebut, PNM terus mendorong perempuan, termasuk di wilayah pesisir, untuk berani mengembangkan usaha dan menciptakan peluang baru.

Salah satu kisah inspiratif datang dari Eko Purwanti, nasabah PNM Cabang Pati, yang sukses mengembangkan usaha rengginang berbahan hasil laut serta jasa katering. Dari usaha sederhana, ia mampu menopang ekonomi keluarga sekaligus memberikan dampak sosial di lingkungannya.

Tak hanya berwirausaha, Ibu Eko juga aktif dalam kegiatan sosial seperti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian gizi. Ia juga mengajak ibu-ibu di sekitar wilayah pesisir untuk terlibat dalam produksi rengginang, menciptakan peluang penghasilan bersama.

“Saya berharap usaha ini bisa terus berjalan. Bukan hanya untuk menghidupi keluarga saya, tapi juga supaya ibu-ibu di sekitar saya bisa ikut merasakan punya penghasilan. Pelan-pelan kita saling menguatkan, semangat bersama dalam klasterisasi hasil olahan laut dan mau maju bersama,” ujarnya.

Semangat yang ditunjukkan Ibu Eko mencerminkan sosok Kartini masa kini—perempuan yang tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi orang lain. Melalui pendekatan klasterisasi usaha berbasis olahan laut, ia membangun kekuatan kolektif yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif.

Dodot menambahkan, kisah seperti Ibu Eko menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang berkelanjutan mampu melahirkan dampak yang lebih luas. “Semangat Kartini tidak berhenti pada masa lalu, tetapi terus hidup dalam langkah perempuan yang berani mencoba, berbagi, dan menguatkan satu sama lain,” katanya.

Melalui pendampingan yang konsisten, PNM berharap setiap langkah kecil para pelaku UMKM perempuan dapat berkembang menjadi gerakan ekonomi yang lebih besar—menghadirkan kemandirian, kesejahteraan, dan harapan baru dari pesisir hingga pelosok negeri.*

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas