indonews

indonews.id

UGM Benarkan Penasihat Daycare Little Aresha Dosen Aktif, Kasus Kekerasan Anak Terus Didalami

Universitas Gadjah Mada membenarkan bahwa penasihat Yayasan Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yakni Cahyaningrum Dewojati, merupakan dosen aktif di kampus tersebut.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.IDUniversitas Gadjah Mada membenarkan bahwa penasihat Yayasan Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, yakni Cahyaningrum Dewojati, merupakan dosen aktif di kampus tersebut.

Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menyatakan keterlibatan Cahyaningrum dalam pengelolaan daycare dilakukan dalam kapasitas pribadi, bukan sebagai representasi institusi.

“Terkait informasi tersebut, yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif yang terlibat dalam pengelolaan daycare dalam kapasitas pribadi,” ujar Made Andi dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).

Ia menegaskan bahwa UGM tidak memiliki hubungan kelembagaan dengan Yayasan Daycare Little Aresha. Meski demikian, pihak kampus menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan tindak kekerasan yang terjadi di lingkungan penitipan anak tersebut.

UGM juga menyatakan empati kepada para korban, khususnya anak-anak, serta mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Kampus menegaskan komitmennya terhadap perlindungan anak dan prinsip objektivitas dalam menyikapi kasus ini.

Sementara itu, kepolisian telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan di daycare tersebut. Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, menyebut para tersangka terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan sebelas pengasuh.

“Penetapan tersangka berdasarkan hasil gelar perkara,” ujar Pandia, Sabtu (25/4).

Polisi masih mendalami motif para pelaku, sementara detail lengkap kasus dijadwalkan disampaikan dalam konferensi pers lanjutan. Para tersangka dijerat dengan pasal terkait perlakuan salah, penelantaran, dan kekerasan terhadap anak.

Kasus ini mencuat setelah aparat Polresta Yogyakarta menggerebek lokasi daycare pada Jumat (24/4) dan mengamankan sekitar 30 orang. Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan adanya perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Riski Adrian, mengungkapkan bahwa petugas mendapati anak-anak dalam kondisi tangan dan kaki terikat.

“Petugas melihat langsung anak diperlakukan tidak manusiawi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, jumlah anak yang diduga menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha mencapai 53 anak. Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan terus dalam penanganan aparat penegak hukum.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas