Edukasi Kesehatan Warnai Aksi Donor Darah, Angkat Perspektif Body Space Medicine tentang Kanker
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - Kegiatan donor darah yang melibatkan sekitar 1.000 peserta yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Marga Yap Indonesia Bersatu bersama Perhimpunan HAKKA Indonesia Sejahtera (PHIS) tidak hanya menjadi aksi kemanusiaan, tetapi juga diwarnai dengan edukasi kesehatan mengenai kanker dari perspektif alternatif.
Dalam kesempatan tersebut, Sinshe Hilman Rama Pratama menyampaikan materi bertajuk “Teori Kanker dari Perspektif Body Space Medicine”. Ia mengulas pemikiran Guo Zhi Chen, yang menekankan bahwa kanker berkaitan erat dengan keseimbangan cairan tubuh dan kelancaran aliran energi atau qi.
Menurut teori ini, salah satu pemicu utama kanker adalah kondisi darah yang terlalu kental. Kekentalan darah dinilai dapat menghambat sirkulasi, sehingga memicu stagnasi materi dan energi di dalam tubuh. Ketika cairan tubuh berkurang atau kualitasnya menurun, darah menjadi lebih pekat dan berpotensi menimbulkan gangguan baik di dalam maupun di luar sel.
Lebih lanjut dijelaskan, apabila kepekatan terjadi di dalam sel, kondisi tersebut dapat memicu pembesaran sel yang berkembang menjadi tumor. Sebaliknya, jika sumbatan terjadi di luar sel, lingkungan sel menjadi tidak sehat dan berisiko berkembang menjadi kanker. Pendekatan ini menyoroti pentingnya keseimbangan antara unsur materi (cairan) dan energi dalam tubuh.
Selain faktor fisik, aspek mental dan emosional juga mendapat perhatian dalam pendekatan ini. Stres berkepanjangan, tekanan pikiran, dan kecemasan disebut dapat meningkatkan aktivitas sel secara berlebihan, yang berujung pada penumpukan energi. Di sisi lain, perasaan sedih, kecewa, dan putus asa dinilai dapat melemahkan fungsi sel dan memicu stagnasi di dalam sel.
Paparan zat karsinogen dari makanan juga menjadi faktor yang diingatkan kepada masyarakat. Oleh karena itu, pola makan sehat dan selektif dianggap sebagai langkah penting dalam pencegahan.
Sebagai upaya preventif, Sinshe Hilman menganjurkan masyarakat untuk menjaga kualitas darah dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak. Selain itu, pola hidup sehat seperti istirahat cukup, olahraga ringan, serta latihan berbasis kesadaran (mindfulness) juga direkomendasikan.
Beberapa jenis latihan yang disarankan antara lain Tai Chi, Qi Gong, meditasi, serta latihan pernapasan. Aktivitas ini diyakini dapat membantu menjaga kebugaran, menenangkan pikiran, serta mendukung keseimbangan energi dalam tubuh.
“Menjaga kesehatan bukan hanya soal obat, tetapi bagaimana kita menata pola makan, emosi, dan kesadaran hidup sehari-hari,” ujar Sinshe Hilman dalam penutupan presentasinya.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit sejak dini, baik melalui pendekatan medis modern maupun pendekatan komplementer yang menekankan keseimbangan tubuh secara menyeluruh.