indonews

indonews.id

Desak Pengusutan Tuntas Kasus Hanania Travel, Camelia Putri: Jangan Sampai Korban Terus Bertambah

Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews

Jakarta, INDONEWS.ID - Artis sekaligus publik figur Camelia Putri kembali menyuarakan keresahannya sebagai salah satu korban dugaan penipuan perjalanan umrah Hanania Travel. Meski mengaku telah berusaha mengikhlaskan kerugian yang dialaminya, Camelia menegaskan bahwa kasus tersebut harus diusut hingga tuntas agar tidak menimbulkan korban baru di masa mendatang.

Camelia mengungkapkan dirinya telah bergabung dengan para korban lain yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, meski dikenal sebagai publik figur, dalam perkara ini ia merupakan korban murni yang kehilangan uang untuk keberangkatan ibadah umrah yang tak kunjung terlaksana.

"Saya ikut bergabung dengan korban lainnya karena memang saya korban. Saya mau umrah, sudah bayar, dan sampai sekarang keberangkatannya tidak ada kejelasan," ujar Camelia.

Ia menjelaskan telah menyetorkan dana sebesar Rp22,5 juta untuk perjalanan umrah yang semula dijadwalkan berangkat pada Februari. Namun karena kesibukan pekerjaan, keberangkatannya sempat diundur hingga Agustus atas kesepakatan dengan pihak travel. Saat itu, Camelia mengaku masih menaruh kepercayaan kepada pihak penyelenggara karena mengenal sosok pemilik travel tersebut.

Kepercayaan itu perlahan berubah menjadi kecurigaan ketika berbagai laporan terkait Hanania Travel mulai bermunculan. Meski sempat menanyakan kepastian keberangkatan, jawaban yang diterimanya membuat dirinya tetap yakin bahwa perjalanan akan berjalan sesuai rencana. Hingga akhirnya kasus tersebut mencuat dan menyeret banyak korban dari berbagai kalangan.

Menurut Camelia, yang paling membuat para korban penasaran bukan hanya soal uang yang hilang, melainkan ke mana aliran dana yang nilainya disebut mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah tersebut. Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap secara transparan penggunaan dana para jamaah.

"Yang sekarang jadi pertanyaan semua korban itu sederhana, uang kami ke mana? Kerugian yang jumlahnya sangat besar itu digunakan untuk apa? Kami ingin ada kejelasan," katanya.

Sebagai korban, Camelia mengaku memahami munculnya rasa pesimis di kalangan jamaah. Pasalnya, sejumlah kasus travel bermasalah sebelumnya juga menyisakan persoalan panjang tanpa pengembalian kerugian yang jelas bagi korban. Meski demikian, ia tetap berharap pemerintah dan aparat hukum memberikan perhatian serius agar kasus ini tidak tenggelam begitu saja.

Ia menilai pengusutan tuntas sangat penting karena Indonesia memiliki jumlah jamaah umrah dan haji yang sangat besar. Jika tidak ada efek jera dan penegakan hukum yang jelas, bukan tidak mungkin kasus serupa akan kembali terulang dengan modus yang sama.

"Bukan cuma soal uang. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang jadi korban. Kalau kasus seperti ini dibiarkan atau digantung, saya yakin akan muncul travel-travel lain yang melakukan hal serupa," tegasnya.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Camelia memilih terus bersuara bersama para korban lainnya. Ia berharap keadilan dapat ditegakkan, aset-aset yang berkaitan dengan kerugian korban dapat ditelusuri, serta ada kepastian hukum bagi seluruh pihak yang dirugikan.

Meski kecewa, Camelia mencoba mengambil hikmah dari peristiwa tersebut. Ia berharap para korban diberikan pengganti yang lebih baik dan tetap diberi kesempatan untuk mewujudkan niat beribadah ke Tanah Suci.

"Semoga kasus ini cepat selesai, semua korban mendapat kejelasan, dan semoga Allah mengganti kerugian kami dengan yang lebih baik. Yang penting sekarang, kasus ini jangan sampai tenggelam," pungkasnya.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas