Alam Sutera Group Expo 2026 Tawarkan Hunian dan Skema Pembiayaan di Tengah Pasar Properti yang Makin Selektif
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Alam Sutera Group melalui penyelenggaraan Alam Sutera Group Expo 2026 yang berlangsung pada 8-13 September 2026 di Main Atrium 2, Lippo Mall Puri, Jakarta Barat.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Pasar properti nasional yang semakin selektif membuat pengembang tidak cukup hanya menawarkan produk hunian. Kualitas kawasan, kelengkapan ekosistem, hingga kemudahan pembiayaan menjadi sejumlah faktor yang dipertimbangkan masyarakat sebelum membeli properti.
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Alam Sutera Group melalui penyelenggaraan Alam Sutera Group Expo 2026 yang berlangsung pada 8-13 September 2026 di Main Atrium 2, Lippo Mall Puri, Jakarta Barat. Mengusung tema “The Garden of Opportunities”, pameran tersebut menghadirkan beragam pilihan properti sekaligus skema pembiayaan dan program promosi untuk masyarakat yang tengah mencari hunian maupun instrumen investasi properti.
Sales & Marketing Director Alam Sutera Group, Lilia S. Sukotjo, mengatakan perubahan karakter konsumen membuat pengembang harus lebih cermat dalam menghadirkan produk. Lilia menyampaikan "Alam Sutera Group Expo 2026" merupakan bentuk apresiasi perjalanan 32 tahun kami dalam menghadirkan kawasan yang tidak hanya mengutamakan hunian berkualitas, namun juga menciptakan ekosistem hidup yang mendukung kebutuhan masyarakat masa kini dan masa depan.
“Market saat ini memang selektif, tetapi tetap positif. Semua orang bisa membuat produk, tetapi produk yang bisa masuk ke hati masyarakat dan benar-benar menjawab kebutuhan mereka, itu yang harus bisa kami hadirkan,” kata Lilia dalam pembukaan Alam Sutera Group Expo 2026 di Jakarta, Selasa (8/9/2026).
Menurut Lilia, kebutuhan masyarakat terhadap hunian masih besar. Namun, konsumen kini semakin mempertimbangkan nilai jangka panjang dari sebuah properti sebelum mengambil keputusan. Karena itu, hunian tidak lagi dipandang semata sebagai bangunan tempat tinggal. Kawasan yang terintegrasi dengan fasilitas pendidikan, kesehatan, komersial, rekreasi, serta ruang sosial dinilai semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Yang kami coba ciptakan adalah sebuah cycle of life. Orang tinggal di sana, kemudian bagaimana sekolahnya, bagaimana berobat, bagaimana aktivitas sehari-harinya, semuanya menjadi satu ekosistem,” ujarnya.
Konsep pengembangan kawasan terintegrasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Alam Sutera Group selama 32 tahun di industri properti Indonesia. Melalui expo kali ini, perusahaan mempertemukan berbagai pilihan produk dalam satu lokasi. Produk yang ditawarkan mencakup hunian tapak, apartemen, kawasan komersial, hingga sejumlah proyek pengembangan di bawah Alam Sutera Group.
Pilihan tersebut antara lain berasal dari proyek Alam Sutera Serpong, Suvarna Sutera, Sutera Nexen, Elevee, Ayodhya, The Gramercy, dan Sutera Rasuna. Rentang produk yang ditawarkan juga beragam, mulai dari kisaran Rp500 juta hingga puluhan miliar rupiah. Keragaman tersebut ditujukan untuk menjangkau konsumen dengan kebutuhan dan kemampuan finansial yang berbeda.
“Harapannya, siapa pun bisa datang dan melihat produk-produk yang kami miliki. Kami ingin memberikan berbagai pilihan, karena setiap orang punya kebutuhan dan tujuan hidup berbeda,” kata Lilia.
Pembiayaan Jadi Faktor Penting
Di tengah pasar yang semakin selektif, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan pembelian properti. Alam Sutera Group menggandeng sejumlah bank nasional, antara lain BCA, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), CIMB Niaga, BRI, dan Bank Danamon.
Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai penawaran pembiayaan, termasuk suku bunga khusus mulai dari 3,3 persen, pembebasan biaya administrasi dan provisi, serta sejumlah keuntungan lainnya.
Dukungan pembiayaan tersebut dinilai penting karena harga properti dan kemampuan membeli masyarakat tidak selalu berada pada titik yang sama. Skema pembayaran yang lebih kompetitif dapat menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam menentukan pilihan hunian.
“Pembiayaan dari perbankan sangat penting. Karena itu kami terus bekerja sama dengan berbagai bank untuk memberikan struktur pembayaran yang sesuai dan membantu masyarakat memiliki properti,” ujar Lilia.
Program khusus “Bank Special Day” juga dijadwalkan berlangsung pada 11 dan 12 September 2026 dengan menggandeng BRI dan Bank Danamon. Program tersebut menawarkan informasi serta solusi pembiayaan kepada calon pembeli dengan skema yang disiapkan untuk mendukung akses kepemilikan properti.
Selain pembiayaan, pengunjung expo juga mendapatkan sejumlah penawaran promosi. Di antaranya diskon hingga 20 persen untuk unit tertentu, cashback hingga 5 persen, voucher perjalanan hingga Rp20 juta, serta voucher menginap satu malam di Hotel Tentrem Jakarta dan Hotel Mercure Alam Sutera.
Bukan Sekadar Pameran Properti
Alam Sutera Group juga mengemas expo sebagai ruang interaksi antara calon konsumen, pengembang, dan mitra pembiayaan. Selama enam hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan berupa talkshow, workshop, hingga aktivitas keluarga yang dikemas dalam enam tema utama.
Rangkaian kegiatan dimulai melalui “Welcome Home Festival” yang membahas inspirasi hunian. Berikutnya terdapat “Living in Bloom” yang mengangkat gaya hidup sehat dan dekorasi rumah.
Tema “Smart Property Financing Day” menghadirkan pembahasan mengenai solusi pembiayaan bersama BRI, sementara “Upgrade Your Lifestyle Through Property” membahas kemudahan memiliki hunian melalui solusi finansial bersama Bank Danamon.
Untuk keluarga, terdapat “The Heart of Home” yang menghadirkan berbagai aktivitas bersama anggota keluarga. Sementara “Harmony in Nature” menjadi ruang interaksi komunitas melalui kegiatan musik.
Lilia mengatakan konsep tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya datang untuk melihat produk properti, tetapi juga memperoleh informasi mengenai kebutuhan hunian dan pengelolaan kehidupan di dalam sebuah kawasan.
“Ini bukan hanya expo untuk menjual properti. Kami ingin menjadikannya full experience. Masyarakat bisa datang bersama keluarga, mendapatkan informasi, mengikuti aktivitas, dan mencari produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.
Menurut Lilia, tantangan industri properti ke depan bukan hanya bagaimana meningkatkan penjualan, tetapi juga menghadirkan kawasan yang mampu memberikan kualitas hidup bagi penghuninya.
“Harapan kami sederhana, masyarakat bisa hidup dengan baik, bahagia, dan memiliki lingkungan yang mendukung kehidupan mereka,” ujarnya.
32 Tahun Pengalaman Mengembangkan Kawasan Terintegrasi
Alam Sutera Group berdiri pada 1994 dan bergerak dalam pengembangan serta pengelolaan kawasan perumahan dan komersial terpadu, pusat perbelanjaan, rekreasi, serta sektor hospitality. Perusahaan tersebut mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 2007 dengan kode saham ASRI.
Selama lebih dari tiga dekade, Alam Sutera Group mengembangkan sejumlah kawasan dan proyek properti, antara lain kawasan Alam Sutera, Suvarna Sutera, Ayodhya by Alam Sutera, Sutera Rasuna, Sutera Nexen, hingga proyek hunian vertikal seperti EleVee Residences dan Lloyd Low Rise Apartment.
Portofolio lainnya mencakup kawasan komersial dan perkantoran seperti Mall @ Alam Sutera, The Prominence Office Tower, serta The Tower di kawasan CBD Jakarta. Di tengah perubahan perilaku konsumen properti, perusahaan menempatkan konsep kawasan terintegrasi dan kualitas hidup sebagai bagian dari strategi pengembangan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kondisi pasar yang semakin menuntut konsumen mendapatkan bukan hanya bangunan, tetapi juga lingkungan yang dapat mendukung kebutuhan kehidupan sehari-hari.
Dengan menggabungkan pilihan produk, promosi, fasilitas pembiayaan, dan aktivitas edukatif dalam satu gelaran, Alam Sutera Group Expo 2026 diarahkan untuk menjadi ruang bagi masyarakat dalam membandingkan pilihan hunian dan investasi sekaligus mendapatkan informasi mengenai skema kepemilikan properti. Pameran berlangsung hingga 13 September 2026 dan terbuka untuk masyarakat umum.