indonews

indonews.id

Ini Pernyataan Resmi TPNPB Bantah Soal Empat Orang yang Serahkan Diri di Puncak Jaya

Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membantah klaim aparat keamanan mengenai empat orang yang disebut sebagai anggota kelompok bersenjata dan menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) membantah klaim aparat keamanan mengenai empat orang yang disebut sebagai anggota kelompok bersenjata dan menyatakan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.

TPNPB menegaskan, empat orang yang menyerahkan diri ke Markas Kodim 1714/Puncak Jaya, Mulia, pada Sabtu (26/9/2026), bukan anggota maupun aset organisasi mereka. Empat pucuk senjata api yang turut diserahkan juga disebut bukan bagian dari persenjataan TPNPB.

Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TPNPB Kodap XXVIII Yambi, Lerimayu Enumbi, melalui siaran pers yang diterima Minggu (27/9/2026). Pernyataan itu juga ditegaskan Komandan Operasi Umum TPNPB Mayor Jenderal Lekagak Telenggen.

“Empat orang tersebut adalah warga sipil biasa yang tidak termasuk dalam pasukan TPNPB Kodap XXVIII Yambi. Empat pucuk senjata api juga bukan aset TPNPB karena tidak terdaftar dalam logistik TPNPB,” ujar Lerimayu.

Menurut Lerimayu, empat pucuk senjata tersebut sebelumnya dibeli oleh seorang mantan anggota DPRD bernama Gulanga yang telah meninggal dunia. Ia mengklaim pembelian senjata dilakukan beberapa tahun lalu untuk kepentingan pengamanan suara dalam pemilihan legislatif.

Senjata-senjata tersebut, lanjut dia, kemudian berada di tangan anak-anak dan kerabat seorang camat di Guragenikime yang tinggal di Distrik Mabuk Barat. Lerimayu juga menyebut penyerahan senjata kepada aparat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Jadi empat senjata yang diserahkan kepada aparat keamanan Indonesia itu hanya untuk kepentingan memenuhi kebutuhan makan dan minum mereka,” katanya.

Versi Aparat

Klaim TPNPB tersebut berbeda dengan informasi yang sebelumnya disampaikan aparat keamanan mengenai prosesi penyerahan diri empat orang di Puncak Jaya.

Sebelumnya, empat orang yang diidentifikasi sebagai anggota kelompok bersenjata OPM dilaporkan menyatakan kembali ke NKRI. Mereka adalah Bongkar Tabuni dan Lipar Tabuni dari Kodap X/Tolikara, serta Bejo Tabuni dan Kopitua Tabuni yang disebut sebagai Danops Wil dari Kodap XXVIII/Yambi.

Prosesi penyerahan diri berlangsung di halaman Makodim 1714/Puncak Jaya, Sabtu (26/9/2026). Keempat orang tersebut dilaporkan mengikuti pembacaan ikrar, mencium Bendera Merah Putih, serta menyerahkan empat pucuk senjata api kepada Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto.

Empat senjata yang diserahkan terdiri atas satu pucuk AR-15 kaliber 5,56 mm, satu pistol revolver kaliber 9 mm, satu pistol Trailside Sig Arms kaliber .22 LR, dan satu pistol Combat kaliber 9 mm.

Dengan adanya bantahan tersebut, terdapat perbedaan keterangan antara aparat keamanan dan pihak TPNPB mengenai status keempat orang yang menyerahkan diri serta asal-usul senjata yang diserahkan. Hingga berita ini ditulis, klaim mengenai status keempat orang tersebut maupun asal-usul empat pucuk senjata api masih menjadi bagian dari dua versi yang berbeda.


© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas