indonews

indonews.id

Menteri Israel dan Ribuan Pemukim Serbu Al Aqsa dan Masjid Ibrahim saat Sukkot

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bersama ratusan hingga ribuan pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur dan Masjid Ibrahim di Hebron, Tepi Barat, saat perayaan Sukkot, Selasa (29/9/2026).

Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut

Jakarta, INDONEWS.ID – Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir bersama ratusan hingga ribuan pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur dan Masjid Ibrahim di Hebron, Tepi Barat, saat perayaan Sukkot, Selasa (29/9/2026).

Kementerian Wakaf Islam Yerusalem mencatat sebanyak 966 warga Israel memasuki kompleks Al Aqsa pada Selasa pagi. Mereka dilaporkan melakukan ritual keagamaan, termasuk berdoa, menyanyi dan menari di area kompleks masjid.

Aksi tersebut terjadi setelah pada hari sebelumnya lebih dari 1.700 warga Israel, termasuk Ben-Gvir, juga memasuki kompleks Al Aqsa. Pada Minggu (27/9), lebih dari 1.500 warga Israel dilaporkan melakukan hal serupa.

Di Hebron, Ben-Gvir juga memasuki Masjid Ibrahim bersama ratusan pemukim Israel. Dalam rekaman yang disiarkan media Israel Channel 14, Ben-Gvir terlihat berada di dalam kompleks masjid.

"Ketika saya tiba di Masjid Ibrahim, saya merasakan energi yang membuat saya ingin bernyanyi dan bersukacita," kata Ben-Gvir, dikutip Anadolu Agency.

Aksi di Hebron berlangsung setelah otoritas Israel menutup Masjid Ibrahim bagi jemaah Muslim selama perayaan Sukkot. Penutupan diumumkan pada Senin (28/9) dan berlaku hingga Rabu (30/9).

Penutupan tersebut disertai pengetatan pengamanan di sekitar masjid, termasuk penutupan sejumlah pos pemeriksaan dan akses menuju kompleks Masjid Ibrahim.

Pihak pengelola Masjid Ibrahim mengecam kebijakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hak umat Muslim untuk mengakses tempat ibadah.

Masjid Ibrahim berada di Kota Tua Hebron. Kompleks tersebut menjadi salah satu lokasi paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Sejak 1994, masjid dibagi menjadi area yang digunakan untuk ibadah Muslim dan Yahudi setelah pembantaian di kompleks tersebut.

Al Aqsa Kembali Jadi Titik Ketegangan

Masjid Al Aqsa juga merupakan salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina. Kompleks tersebut berada di Yerusalem Timur, wilayah yang diklaim Palestina sebagai bagian dari ibu kota negara Palestina di masa depan.

Aktivitas kelompok sayap kanan Israel di kompleks Al Aqsa selama hari-hari besar Yahudi berulang kali memicu ketegangan. Departemen Wakaf Islam Yerusalem sebelumnya telah memperingatkan adanya seruan dari kelompok-kelompok sayap kanan untuk memasuki kompleks tersebut selama Sukkot.

Sukkot tahun ini berlangsung pada 26 September hingga 2 Oktober 2026. Perayaan tersebut kemudian dilanjutkan dengan Simchat Torah pada 3 Oktober.

Masjid Al Aqsa dan Masjid Ibrahim merupakan situs keagamaan penting bagi umat Islam sekaligus berada di wilayah yang menjadi pusat sengketa Israel-Palestina. Karena itu, setiap perubahan akses maupun aktivitas keagamaan di kedua lokasi tersebut kerap menjadi pemicu ketegangan baru.

© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas