REPUBLIK KONOHA & KRISIS KETIGA ?
REPUBLIK KONOHA & KRISIS KETIGA ?
Reporter: luska
Redaktur: Rikard Djegadut
Oleh: JIMMY H SIAHAAN
Kita sering mendengar kata KONOHA tetapi hanya sedikit yang tahu artinya adalah kependekan dari "Kingdom of Nepotism, Oligarchy and Hidden Ambition yang artinya, Kerajaan Nepotisme, Oligarki dan Ambisi Tersembunyi.
Sekarang ini Indonesia bukan rahasia umum, terjerumus kembali ke Feodalisme. KKN nampaknya sebagai "roh" sistim feodal.
Sejarah Indonesia telah menunjukkan kepada kita bahwa feodalisme, sistem patron-klien, dan kronisme melahirkan korupsi dan keterbelakangan. Kepercayaan dan praktik ini telah berlanjut.
Feodalisme di Indonesia memiliki akar sejarah yang dapat ditelusuri kembali ke era kerajaan Nusantara. Secara istilah, feodalisme tidak berasal dari masyarakat lokal.
Konsep Feodalisme Budaya ini bertahan bahkan setelah Indonesia merdeka dan tetap terlihat dalam politik dan birokrasi kontemporer, di mana kekuasaan sering kali diremehkan.
Pragmatisme vs Moral
Dark triad adalah istilah dalam psikologi yang merujuk pada tiga gabungan sifat kepribadian manusia yang bernuansa negatif, yaitu narsisme, psikopati, dan Machiavellianisme.
Ketiga sifat ini dianggap "gelap" karena cenderung melibatkan manipulasi, kurangnya rasa empati, egoisme, serta perilaku yang merugikan hubungan sosial.
Konsep ini bukanlah sebuah diagnosis gangguan mental klinis, melainkan spektrum kepribadian yang dapat dimiliki setiap orang dalam kadar yang berbeda-beda.
Merebaknya virus kekuasaan feodalisme membuat pribadi demi pribadi menjadi tamak, rakus, dan rusaknya kepribadian.
Macchiavelli, memberi penjelasan bahwa kedudukan pragmatisme berada diatas moral, "Jika keadilan benar-benar ada, penjara akan dipenuhi oleh politisi, bukan orang miskin"
Tiada hari tanpa Skandal
Keprihatinan kita melihat realitas hampir acapkali berulang kembali yakni kasus KKN dari `satu skandal ke skandal` yang lain, hampir setiap hari menjadi berita besar.
Kita telah melihat orang berpendidikan tinggi, akademisi, profesional, bahkan tokoh agama, yang ketika masuk ke dalam sistem yang buruk tetap dapat terseret.
Orang baik pun dapat terjebak dalam sistem yang buruk. Karena itu, yang harus diperbaiki bukan hanya orangnya, tetapi juga sistemnya. Diskresi yang Terlalu Lebar.
Sesungguhnya penting kita merenungkan, merasakan, menyimak pesan dari Socrates dibawah ini.
"Negara yang gagal menegakkan keadilan bukan lagi sebuah negara melainkan sekedar kumpulan perampok yang terorganisir".
Sebuah sinisme dari budayawan, Emha Ainun Najib, "Rakyat itu selalu siap kehilangan Negara. Jangan di pikir kalo Indonesia bubar Rakyat sedih, Tidak....Negara kerjanya cuma Ngerepotin hidup mereka.
Menuju Krisis Ketiga ?
Dari dua krisis. Rezim Soekarno, pada 1960-an sangat tidak stabil, ditandai inflasi tinggi, krisis pangan, dan perpecahan.
Rezim Soeharto, diawali nilai tukar rupiah merosot tajam terhadap dolar AS sejak tahun 1997. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi dan kelangkaan barang terjadi di mana-mana. Banyak perusahaan gulung tikar yang berujung pada lonjakan angka pengangguran.
Sejarah Gelap sudah menjelaskan bahwa kita pernah mengalami masa pahit getirnya, dua krisis ekonomi dan politik.
Soal Keadilan & Skandal KKN yang sungguh menyakitkan hati nurani rakyat. Saat ini masyarakat merasa sungguh was-was, gamang, gelisah.
Kaum muda bergerak dan menggambarkan dalam kritik gerakan `Indonesia Gelap`, `Indonesia Bangkrut`, dan kabar terakhir akan adanya gerakan `Nestapa Indonesia` ? Dengan demikian timbul pertanyaan apakah akan datang "Krisis Ketiga" ?.