Jelang Pemilu, Eisenkot Tantang Netanyahu Adu Gagasan di Televisi: Ini Demi Demokrasi Israel
Ketua Partai Yashar Gadi Eisenkot menantang Perdana Menteri Israel sekaligus Ketua Partai Likud Benjamin Netanyahu untuk mengikuti debat terbuka yang disiarkan langsung di televisi menjelang Pemilu Israel 27 Oktober 2026.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Partai Yashar Gadi Eisenkot menantang Perdana Menteri Israel sekaligus Ketua Partai Likud Benjamin Netanyahu untuk mengikuti debat terbuka yang disiarkan langsung di televisi menjelang Pemilu Israel 27 Oktober 2026.
Tantangan itu disampaikan Eisenkot dalam konferensi Partai Yashar di Ramat Gan, Minggu malam. Ia bahkan mempersilakan Netanyahu menentukan sendiri stasiun televisi, format, tempat, hingga aturan debat.
“Biarkan dia datang berdebat di saluran mana pun yang dia inginkan, dengan format apa pun yang dia inginkan. Ini adalah hal yang benar bagi demokrasi Israel,” kata Eisenkot.
Eisenkot mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat resmi kepada tim kampanye Netanyahu untuk mengajukan debat tersebut. Menurut dia, usulan itu akan terus didorong dalam beberapa hari ke depan.
“Dia yang menentukan aturannya, tempatnya, dan setiap hari kami akan mengingatkan media Israel mengenai hal ini,” ujar Eisenkot.
Dalam surat resminya, Partai Yashar juga menegaskan bahwa siapa pun yang ingin memimpin Israel memiliki kewajiban memberikan jawaban yang penuh, langsung, dan jujur kepada para pemilih.
Klaim soal dukungan dan kerja sama politik
Eisenkot juga berbicara mengenai perkembangan kampanye Partai Yashar yang didirikannya sekitar satu tahun lalu bersama enam orang. Ia mengaku melihat perkembangan partainya secara positif dan menyebut Yashar berada di posisi teratas dalam sejumlah jajak pendapat. Pernyataan tersebut merupakan klaim Eisenkot mengenai hasil survei yang menjadi rujukannya.
Di sisi lain, Eisenkot mengungkapkan bahwa sejumlah perwakilan partai Haredi atau kelompok Yahudi ultra-Ortodoks telah menghubunginya untuk membahas kemungkinan kerja sama politik setelah pemilu.
Menurut Eisenkot, seorang anggota parlemen dari kelompok Haredi datang kepadanya dan menyampaikan bahwa mereka tidak lagi ingin beraliansi dengan Netanyahu serta meminta penjelasan mengenai tawaran politik Yashar.
Namun, pernyataan itu langsung mendapat respons dari kubu Likud. Manajer kampanye Likud, Tzvika Brot, merespons tantangan debat tersebut dengan pertanyaan bernada sindiran: “Apakah Gadi datang sendirian, atau bersama Mansour Abbas, Tibi, dan Yair Golan?”
Tantangan debat ini muncul ketika Pemilu Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026, atau sekitar tiga pekan setelah pernyataan Eisenkot tersebut.