indonews

indonews.id

SMRC: Skor Kualitas Kepemimpinan Tertinggi Diraih Mahfud MD 7.6, Disusul Dedi Mulyadi 7, Prabowo 5.1, dan Gibran 4.4

Prabowo mendapat skor 4.9 untuk empati, 5.1 untuk kapabilitas, 5.3 untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, 5.5 untuk kemampuan memimpin, dan 5.8 untuk sikap pluralis-inklusif.

Reporter: very
Redaktur: very
zoom-in  SMRC: Skor Kualitas Kepemimpinan Tertinggi Diraih Mahfud MD 7.6, Disusul Dedi Mulyadi 7, Prabowo 5.1, dan Gibran 4.4
Survei kualitas para tokoh nasional. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID - Hasil studi opinion leaders yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan, dalam skala 0 sampai 10, kualitas kepemimpinan Prabowo Subianto mendapat rata-rata skor 5.1, Gibran Rakabuming Raka 4.4, Mahfud MD 7,6, dan Dedi Mulyadi 7.

Studi ini dilakukan pada September 2026. Hasil studi ini disampaikan pendiri SMRC, Professor Saiful Mujani, dalam presentasi bertajuk “Kepemimpinan Nasional Demokratik-Transformatif: Survei Opinion Leaders” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Video presentasi survei bisa disimak di sini: https://youtu.be/EUTA7ajcHVs

Prof. Saiful menjelaskan bahwa skor terendah Prabowo ada pada komitmen terhadap profesionalisme angkatan bersenjata dan polisi, yakni 4.2. Skor ini sama dengan Kaesang Pangarep dan menjadi yang terendah di antara semua tokoh pada ukuran tersebut.

Padahal 84 persen opinion leader menilai komitmen agar TNI dibatasi pada fungsi pertahanan dan Polri pada keamanan dan ketertiban masyarakat sebagai kriteria yang sangat penting bagi calon presiden.

Pada ukuran lain, Prabowo mendapat skor 4.9 untuk empati, 5.1 untuk kapabilitas, 5.3 untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, 5.5 untuk kemampuan memimpin, dan 5.8 untuk sikap pluralis-inklusif.

Gibran mendapat skor 3.7 untuk kapabilitas atau kompetensi, terendah kedua setelah Kaesang Pangarep (3.3). Skor Gibran untuk ukuran lain berkisar antara 4.0 (integritas) dan 5.1 (pluralis-inklusif), dengan empati 4.2, kemampuan memimpin 4.3, komitmen pada profesionalisme TNI-Polri 4.5, dan komitmen pada politik luar negeri bebas aktif 4.7.

Sementara Mahfud MD dinilai para opinion leader sebagai tokoh dengan kualitas kepemimpinan demokratik-transformatif paling tinggi di antara 31 tokoh yang dinilai.

Mahfud MD unggul di hampir semua ukuran. Ia mendapat skor tertinggi untuk kapabilitas (7.6), empati (7.3), pluralis-inklusif (7.7), kemampuan memimpin (7.6), dan komitmen pada profesionalisme TNI-Polri (7.8). Untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, ia berada di urutan kedua (7.7), sedikit di bawah Retno Marsudi (7.8).

Ada pun Dedi Mulyadi, Saiful Mujani menjelaskan bahwa Gubernur Jawa Barat ini menonjol pada ukuran empati, sikap pluralis-inklusif, dan kemampuan memimpin.

Untuk empati, skornya 7.1, kedua tertinggi setelah Mahfud MD (7.3). Untuk sikap pluralis-inklusif, skornya 7.2, juga kedua tertinggi bersama Zainal Arifin Mochtar.

Sementara untuk kemampuan memimpin, yakni bisa bekerja, tegas, dan bisa mengambil keputusan, skornya 7.3, ketiga tertinggi setelah Mahfud MD (7.6) dan Basuki Tjahaja Purnama (7.4).

Pada ukuran lain, Dedi Mulyadi mendapat skor 6.7 untuk kapabilitas atau kompetensi, 6.8 untuk komitmen pada politik luar negeri bebas aktif, dan 6.5 untuk komitmen pada profesionalisme TNI-Polri.

“Pemilih pada umumnya tidak cukup punya informasi untuk menilai calon presiden secara mendalam. Karena itu kami bertanya kepada kelompok yang relatif lebih tahu tentang tokoh-tokoh ini. Penilaian mereka diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemilih agar memilih pemimpin yang bervisi demokratik-transformatif,” jelas guru besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu.

Survei ini melibatkan 200 opinion leader, terdiri atas 166 akademisi/ilmuwan dari berbagai bidang (politik/pemerintahan, filsafat/sejarah/agama/budaya, sosiologi/antropologi, ekonomi/pembangunan, sains/teknik, komunikasi, hukum, dan psikologi) serta 34 jurnalis.

Karena tidak ada daftar populasi opinion leader secara nasional, responden tidak dipilih secara acak, melainkan dengan teknik snowballing, terutama melalui media massa nasional dan daerah.

Karena itu temuan survei ini bersifat deskriptif: mencerminkan penilaian para responden, bukan populasi opinion leader secara keseluruhan. Sebanyak 149 responden bersedia namanya dipublikasikan. Responden menilai 31 tokoh dengan skor 0 sampai 10. *

Tags:
© 2025 indonews.id.
All Right Reserved
Atas