Alasan IMI Pusat Ubah Jadwal Rakernas 2026, Digeser ke 3–5 November
Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengubah jadwal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI Tahun 2026. Forum tahunan organisasi otomotif itu kini digelar pada Selasa hingga Kamis, 3–5 November 2026, di The Premier Hotel Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 389, Simpang Empat, Kota Pekanbaru, Riau.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengubah jadwal Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI Tahun 2026. Forum tahunan organisasi otomotif itu kini digelar pada Selasa hingga Kamis, 3–5 November 2026, di The Premier Hotel Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 389, Simpang Empat, Kota Pekanbaru, Riau.
Perubahan itu tertuang dalam surat IMI Pusat Nomor 672/IMI/UND/A/X/2026 tertanggal Selasa (20/10/2026) yang ditandatangani Ketua Umum IMI, Moreno Soeprapto. Surat bertajuk pemberitahuan perubahan jadwal itu ditujukan kepada ketua IMI provinsi di seluruh Indonesia.
Dalam surat tersebut, IMI Pusat menyebut dua dasar perubahan jadwal: kondisi udara di Kota Pekanbaru yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta surat dari IMI Provinsi Riau selaku tuan rumah. Rakernas dijadwalkan dimulai pukul 09.00 WIB setiap harinya.
Seiring perubahan itu, IMI Pusat meminta setiap IMI provinsi mengonfirmasi kehadiran utusan bermandat paling lambat Jumat, 30 Oktober 2026, melalui Sekretariat IMI Pusat.
Panitia menyediakan satu kamar bagi tiap IMI provinsi selama Rakernas berlangsung, mulai check-in 3 November 2026 pukul 12.00–14.00 WIB hingga check-out 5 November 2026 pukul 12.00 WIB. Provinsi yang ingin menambah kamar diminta memesan kepada panitia dengan batas waktu yang sama, yakni 30 Oktober 2026.
Adapun biaya transportasi pulang-pergi untuk satu orang per provinsi ditanggung IMI Riau, dengan standar tiket kelas ekonomi kecuali maskapai Garuda. Penggantian biaya itu diproses dengan menunjukkan bukti invoice tiket pulang-pergi saat registrasi Rakernas.
Perubahan jadwal ini terjadi ketika Pekanbaru masih bergulat dengan kabut asap. Pemerintah Kota Pekanbaru kembali menutup sementara sejumlah ruang terbuka hijau dan taman kota karena kualitas udara kembali memburuk akibat asap karhutla.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat 11.707 kasus gangguan kesehatan sepanjang 25 Agustus hingga 10 Oktober 2026, sementara pemkot kembali memberlakukan pembelajaran jarak jauh pada 14–15 Oktober 2026.
“Kita tutup kembali sementara karena kualitas udara belum membaik,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, pada Kamis, 15 Oktober 2026, seperti dikutip dari Metro TV News.