Perwira Kopassus Asal Sorong Tewas di Solo, Keluarga Minta Kejelasan
Kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, perwira pertama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) asal Raja Ampat, Papua Barat Daya, menyisakan duka sekaligus pertanyaan bagi keluarga. Jihad meninggal dunia setelah mengalami insiden senjata api saat bertugas di wilayah Solo, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID – Kematian Letda Inf Jihad Ahmad Al Rasyid, perwira pertama Komando Pasukan Khusus (Kopassus) asal Raja Ampat, Papua Barat Daya, menyisakan duka sekaligus pertanyaan bagi keluarga. Jihad meninggal dunia setelah mengalami insiden senjata api saat bertugas di wilayah Solo, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).
Pada awalnya, peristiwa tersebut diberitakan sebagai dugaan penembakan oleh rekan sejawat. Namun, pihak Kopassus kemudian menyatakan insiden itu terjadi akibat kelalaian dan ketidaksengajaan. Kasus tersebut direncanakan dilimpahkan ke Detasemen Polisi Militer (Denpom) Surakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Penerangan Kopassus, Kolonel Indra Mardianto, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi di gudang senjata. Ia membantah adanya unsur kesengajaan dalam peristiwa yang menewaskan Jihad.
“Pistol meledak murni unsur kelalaian dan ketidaksengajaan (semua terekam di CCTV),” ungkap Indra, sebagaimana dikutip SuaraSorong.com.
Indra juga menyampaikan bahwa penyidik Polisi Militer akan memperjelas penanganan perkara tersebut. Ia mengatakan, “Rencana besok kasus mulai dilimpahkan ke Denpom Surakarta, sehingga nanti akan diperjelas penyidik Denpom untuk kelanjutan kasusnya.”
Sementara itu, keluarga meminta penjelasan yang utuh mengenai kronologi kejadian dan proses hukum yang berjalan. Perwakilan keluarga, Lantoga Sapua, menegaskan bahwa mereka membutuhkan kepastian mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
“Kami butuh kepastian dan keterbukaan. Keluarga hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana proses hukum terhadap pelaku,” kata Lantoga Sapua, Senin (26/10/2026).
Jihad merupakan putra kedua Mayor Inf Triyana, Kepala Penerangan Korem 181/PVT Sorong, dan Zainab Jelfoom, yang menjabat Sekretaris Dinas PM-PTSP Kota Sorong.
Jenazah Jihad telah dimakamkan secara militer di Taman Makam Bahagia Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Minggu (25/10/2026). Kedatangan jenazah dikawal langsung oleh Komandan Grup 2 Kopassus, Brigjen TNI Edwin Apria Candra.
Kematian perwira muda tersebut mendorong keluarga meminta agar penanganan perkara dilakukan secara terbuka dan tuntas. Mereka berharap proses penyelidikan dapat mengungkap kronologi secara jelas sekaligus memberikan kepastian hukum.
Dengan adanya pernyataan Kopassus dan rencana pelimpahan perkara ke Denpom Surakarta, penyelidikan menjadi tahap penting untuk memastikan penyebab insiden serta rangkaian peristiwa yang mengakibatkan Jihad meninggal dunia.*