Amerika Serikat Gelar Pemilu Sela Hari Ini, Demokrat Diunggulkan Rebut Kendali Kongres dari Republik
Warga Amerika Serikat memberikan suara dalam pemilu sela atau midterm, Selasa (3/11/2026). Hasilnya akan menentukan partai yang menguasai Kongres selama dua tahun sisa masa jabatan Presiden Donald Trump.
Reporter: Rikard Djegadut
Redaktur: Rikard Djegadut
Jakarta, INDONEWS.ID - Warga Amerika Serikat (AS) memberikan suara dalam pemilu sela atau midterm, Selasa (3/11/2026) waktu setempat. Hasil pemilu ini akan menentukan partai yang menguasai Kongres selama dua tahun sisa masa jabatan Presiden Donald Trump.
Pemilu kali ini memperebutkan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan 35 dari 100 kursi Senat. Selain itu, digelar pula 39 pemilihan gubernur serta pemilihan legislatif di 46 negara bagian.
Saat ini Partai Republik menguasai kedua kamar Kongres. Menurut CNA, Republik memegang 218 kursi DPR berbanding 214 milik Demokrat, serta 53 kursi Senat berbanding 47. Demokrat membutuhkan tambahan bersih sekitar empat kursi di masing-masing kamar untuk merebut mayoritas.
Sejumlah proyeksi menempatkan Demokrat di posisi unggul. Model analis pemilu Nate Silver per 31 Oktober 2026 memberi Demokrat peluang 96 persen merebut DPR dan sekitar 80 persen merebut Senat.
Survei NBC News yang dirilis akhir pekan lalu juga mencatat 52 persen calon pemilih menginginkan DPR dikuasai Demokrat, sementara 45 persen memilih Republik.
Antusiasme pemilih terlihat dari pemungutan suara awal. Hingga Kamis (29/10/2026), hampir 40 juta suara sudah diberikan lebih dulu, baik langsung maupun lewat pos, menurut data NBC News yang dikutip CNA.
Isu yang paling memengaruhi pemilih antara lain biaya hidup dan harga bahan bakar, inflasi, kebijakan imigrasi dan deportasi, perang dengan Iran, serta tarif impor.
Guru Besar Ilmu Politik Singapore Management University (SMU), Elvin Lim, menilai taruhan terbesar Demokrat adalah fungsi pengawasan terhadap pemerintahan Trump.
"Bagi Demokrat, ini menyangkut kemampuan mengawasinya," kata Elvin Lim, seperti dikutip dari CNA.
Sebaliknya, bila Republik mempertahankan Kongres, Lim memperkirakan arah kebijakan Trump tidak banyak berubah. Ia juga menilai pengaruh Trump di partainya sendiri perlahan akan berkurang karena masa jabatannya terbatas.
Hasil resmi pemilu diperkirakan baru mulai terlihat pada Rabu (4/11/2026) waktu Indonesia, setelah tempat pemungutan suara di seluruh negara bagian ditutup dan penghitungan berjalan.*
(Rikard Djegadut)