Olah Raga

Perdana Menteri Provinsi Ontario Doug Ford Perang Kata-kata dengan Presiden AS Donald Trump

Oleh : donatus nador - Rabu, 26/08/2026 08:27 WIB


Perdana Menteri Provinsi Ontario Doug Ford Perang Kata-kata dengan Presiden AS Donald Trump

Jakarta, INDONEWS.ID -- Perdana Menteri Provinsi Ontario Doug Ford di Kanada beradu kata-kata dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Perang kata-kata berawal dari Donald Trump yang melontarkan kalimat kasar kepada Ford melalui unggahan di media sosialnya, Truth Social. 

Trump mengunggah pesan panjang kepada perdana menteri yang setingkat gubernur negara bagian itu, mengatakan bahwa Ford adalah "saudara yang tidak mengesankan" dari mantan walikota Rob Ford.

"Banyak sekali `gertakan` dari Doug Ford, yang merupakan Perdana Menteri Provinsi Ontario di Kanada, tetapi lebih dikenal sebagai saudara laki-laki mendiang Rob Ford yang hebat, kurang karismatik, cerdas, dan secara keseluruhan tidak mengesankan," tulis Trump pada hari Senin (24/8).

"Gubernur Carney, dan anteknya, Ford... tidak akan diizinkan terus mengambil keuntungan dari Amerika Serikat - kunci kelangsungan hidup mereka. Ingat, sebagian besar listrik, minyak, dan gas yang diterima Kanada diangkut melalui AS."

"Seseorang harus membuat para badut ini `menuruti perintah` atau, konsekuensinya bagi Kanada akan jauh LEBIH BURUK!" tulis Trump.

Dikutip dari Global News, postingan Trump kemudian dibalas Ford lewat jumpa pers di sore harinya. Ford menyebut Donald Trump sebagai "pecundang" dengan penuh emosi.

Saat berbicara, Ford berulang kali menyerang balik presiden Donald Trum, dan menyatakan bahwa ia akan berkampanye melawan presiden dari Partai Republik dalam pemilihan sela jika ia bisa.

"Saya tidak menanggapi seorang diktator seperti Presiden Trump, seorang pengganggu seperti Presiden Trump," kata Ford kepada wartawan. "Saya tidak akan menerima nasihat apa pun dari orang yang merupakan raja kebangkrutan."

Selama konferensi pers berdurasi 45 menit, Ford berulang kali menyerang Trump. "Mari kita perjelas, saya tidak menyukai orang itu - sesederhana itu," kata Ford kepada wartawan.

Keributan keduanya dipicu perang dagang dan ancaman pengenaan tarif impor sebesar 50 persen yang diberlakukan oleh pemerintah AS terhadap produk asal Kanada.

Perundingan dagang dan tarif 50 persen gagal bersepakat alias jalan buntu atas revisi persyaratan di menit-menit terakhir. Pemerintahan Donald Trump lantas memberlakukan tarif 50 persen pada sejumlah produk ekspor Kanada senilai miliaran dolar.

Bahkan, Trump mengancam akan menaikkan tarif impor kendaraan, suku cadang otomotif, dan baja asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027. 

Dari sinilah Trump mulai berulah lewat platform media sosialnya, menuding Kanada ingin menikmati keuntungan ekonomi layaknya bagian dari AS tanpa benar-benar bergabung


 

Artikel Lainnya