BTC Tampil Dominan, Diklat ISA Tumbang 0-3
Reporter: rio apricianditho
Redaktur: indonews
Jakarta, INDONEWS.ID - BTC tampil impresif saat menghadapi Diklat ISA dalam lanjutan Liga Jakarta U-17 di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta, Minggu (8/11). Menghadapi tim penghuni peringkat kedua klasemen sementara, BTC yang berada di posisi keempat justru tampil lebih dominan dan sukses mengamankan kemenangan telak 3-0.
Sebaliknya, Diklat ISA asuhan Riyandi terlihat kesulitan mengembangkan permainan. Sepanjang pertandingan, mereka lebih banyak berada di bawah tekanan dan hanya sesekali mengandalkan serangan balik untuk mengancam pertahanan BTC.
BTC langsung mengambil inisiatif serangan sejak awal laga. Tekanan yang dibangun akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-12. Rizki Rafael berhasil lolos dari kawalan bek lawan di dalam kotak penalti sebelum melepaskan tendangan keras yang meluncur deras ke sudut gawang. BTC pun unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Diklat ISA berusaha memberikan perlawanan. Namun, upaya mereka kerap kandas sebelum memasuki area berbahaya. BTC tampil disiplin dengan tetap menempatkan tiga pemain di lini belakang meski terus melancarkan tekanan ke pertahanan lawan.
Keunggulan 1-0 BTC bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, BTC semakin memperlihatkan dominasinya. Dua gol tambahan berhasil mereka sarangkan masing-masing melalui Apriliansyah pada menit ke-37 dan Alzena Pratama menit ke-40. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih BTC, Zico, mengungkapkan kemenangan tersebut tidak lepas dari evaluasi yang dilakukan timnya, terutama terkait konsentrasi pemain pada awal dan akhir pertandingan. Menurutnya, lima menit pertama dan lima menit terakhir kerap menjadi momen penentu hasil pertandingan.
"Dari evaluasi beberapa pertandingan terakhir, kami sebenarnya berhasil mencetak satu hingga dua gol. Namun, pada menit-menit akhir justru sering kehilangan fokus sehingga lawan bisa menyamakan kedudukan dan pertandingan berakhir imbang", ucapnya
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Bahkan, pemain cadangan juga diminta aktif mempelajari permainan lawan, mulai dari skema, kelemahan hingga pergerakan pemain yang harus diantisipasi.
Zico ingin seluruh pemain memiliki pemahaman yang sama terhadap jalannya pertandingan, bukan hanya mereka yang berada di lapangan. Dengan begitu, pemain yang mendapat kesempatan tampil bisa langsung memahami situasi dan menjalankan instruksi dengan baik.
Ia juga mengaku banyak belajar dari pertemuan pertama ketika BTC kalah 1-2 dari Diklat ISA. Saat itu, kecepatan pemain lawan menjadi salah satu persoalan yang harus segera diatasi, terutama dalam memperkuat pertahanan agar tidak mudah ditembus.
Sementara itu, pelatih Diklat ISA, Riyandi, mengakui faktor kelelahan turut memengaruhi penampilan anak asuhnya. Jadwal pertandingan sejak pagi membuat waktu pemulihan pemain dinilai kurang maksimal.
"Sebenarnya, kami sudah meminta perubahan jadwal sebelumnya. Namun, tidak masalah. Kami tetap menjalani pertandingan ini dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran", katanya.
Meski demikian, Riyandi tidak menjadikan faktor nonteknis sebagai satu-satunya alasan kekalahan. Ia mengakui penampilan timnya memang belum maksimal dan masih membutuhkan evaluasi untuk menghadapi pertandingan berikutnya.
Kendati gagal meraih poin, Riyandi tetap optimistis dengan peluang timnya. Diklat ISA menargetkan tambahan sembilan poin agar bisa mengamankan posisi runner-up grup. Posisi tersebut diharapkan dapat memberikan peluang menghadapi lawan yang lebih memungkinkan untuk diantisipasi pada babak delapan besar.