INDONEWS.ID

  • Sabtu, 28/10/2017 14:54 WIB
  • Pengamat Pertanyakan Pidato Mendagri Saat Pengesahan UU Ormas di Parlemen

  • Oleh :
    • hendro
Pengamat Pertanyakan Pidato Mendagri Saat Pengesahan UU Ormas di Parlemen
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama para pimpinan DPR (istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID-  Pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang mengecualikan aturan Undang- Undang Ormas  terhadap paham Komunis, Leninis dan atheis yang viral di media sosial dinilai sangat tidak pantas bagi pejabat negara. Demikian dikatakan pengamat komunikiasi politik Universitas Islamm Negari (UIN) Ummaimah Wahid.

"Itu pernyataan yang tidak logis. Bukankah justru lenimisme, komunisme itu melanggar nilai-nilai Pancasila," tegas Ummaimah, Sabtu (28/10/2017).

Baca juga : Pembukaan Pojok Kopi Indonesia di ITPC Shanghai

Menurut Ummaimah, jika Kemendagri mengecualikan aturan UU Ormas tak berlaku bagi komunis, leninis dan atheis, lalu untuk siapa atau targetnya apa UU tersebut. Padahal jelas-jelas alasan disahkannya UU karena ada kelompok antipancasila.

"Jelas komunis, leninisme dan atheisme itu tak sejalan dengan Pancasila. Karena itu, pidato Mendagri telah memunculkan polemik dan merusak tatanan kebhinnekaan Indonesia yang selama ini dijunjung timggi oleh Pemerintah Jokowi," katanya. (hdr)

Baca juga : Kasal Dampingi Presiden RI Tinjau Posko SAR Sriwijaya Air
Artikel Terkait
Pembukaan Pojok Kopi Indonesia di ITPC Shanghai
Kasal Dampingi Presiden RI Tinjau Posko SAR Sriwijaya Air
PTPN Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Korban Banjir di Gunung Mas Jawa Barat
Artikel Terkini
Pembukaan Pojok Kopi Indonesia di ITPC Shanghai
Kasal Dampingi Presiden RI Tinjau Posko SAR Sriwijaya Air
Kaesang Pangarep Nge-tweet Lagi, Saham-saham CPO Pun Ikut Naik
PTPN Group Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Korban Banjir di Gunung Mas Jawa Barat
TNI AL Laksanakan Penandatanganan Kontrak Secara Kolektif Pengadaan Barang dan Jasa
Tentang Kami | Kontak | Pedoman Siber | Redaksi | Iklan
faramir