Indonesia dan Belarus Sepakati Kerja Sama Ristek dan Dikti

Oleh : hendro - Sabtu, 17/11/2018 21:02 WIB

Menristekdikti dan Dubes Wahid juga menyaksikan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian di Bidang Pendidikan Tinggi antara Kemenristekdikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarus oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dan Deputi Menteri Pendidikan Belarus, Sergey Rudy bertempat di Belarusian State University.

Belarus, INDONEWS.ID - Sebagai bagian dari peringatan 25 tahun hubungan RI-Belarus, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Mohamad Nasir, mengadakan kunjungan ke Belarus pada 13-14 November 2018. Kunjungan dimaksudkan untuk meningkatkan kerja sama riset, teknologi, inovasi dan pendidikan tinggi antara Indonesia dengan Belarus.

Selama di ibukota Belarus, Minsk, Menristekdikti melakukan serangkaian pertemuan dan kunjungan, antara lain membuka Pertemuan ke-2 Kelompok Kerja Bersama RI-Belarus bidang Iptek dan Dikti, pertemuan bilateral dan menyaksikan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Kemenristekdikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarus.

Dalam Pertemuan ke-2 Kelompok Kerja Bersama di State Committee on Science and Technology Belarus, Menristekdikti menyampaikan hubungan diplomatik RI dan Belarus telah memasuki tahun ke-25.

Kedua negara mempunyai minat yang sama dalam mempersiapkan generasi milanial untuk menguasai iptek dan inovasi guna menuju bangsa yang mampu menghadapi tantangan global. Kemenristekdikti dan State Committee on Science and Technology Belarus menyepakati rencana aksi bidang iptek dan inovasi tahun 2019-2020.     

Menristekdikti dan Dubes Wahid juga menyaksikan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian di Bidang Pendidikan Tinggi antara Kemenristekdikti RI dan Kementerian Pendidikan Belarus oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im dan Deputi Menteri Pendidikan Belarus, Sergey Rudy bertempat di Belarusian State University.

Kerja sama dikti meliputi berbagai hal, seperti pengembangan kontak antara perguruan tinggi, pertukaran informasi berbagai program dikti, perancangan program kurikulum, riset bidang dikti, pelaksanaan dialog, seminar dan dan konferensi bersama, dan program mobilitas pengajar dan pelajar. Kerja sama juga mencakup bidang perekayasa (engineering), pertanian, dan teknologi informasi.

Menristekdikti didampingi Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti, Ainun Na’im, Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus berkedudukan di Moskow, M. Wahid Supriyadi, Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, LT Handoko, Rektor Institut Teknologi Bandung, Kadarsah Suryadi, dan Kepala Biro Kerja Sama dan Komunkasi Publik Kemenristekdikti, Nada Marsudi.

Dubes Wahid mendukung pengembangan kerja sama iptek dan dikti antara Indonesia dengan Belarus sebagai salah satu peluang kerja sama.

Menurut Dubes Wahid, Belarus merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet yang memiliki tingkat kemajuan iptek yang cukup tinggi.

“Di antara teknologi maju yang dikembangkan Belarus antara lain teknologi pertanian, energi, informasi, kesehatan, sosial dan humaniora, serta pertahanan. National Academy of Sciences of Belarus memiliki minat besar bekerja sama dengan lembaga-lembaga iptek Indonesia, termasuk LIPI yang sudah terjalin sejak tahun 2012,” kata Dubes Wahid.     

Dalam rangka peringatan 25 tahun hubungan diplomatik RI-Belarus ini, KBRI Moskow akan menyelengarakan berbagai kegiatan di Minsk, seperti forum bisnis pada 22 November 2018, seminar tentang hubungan kedua negara pada 23 November 2018, dan Indonesian Festival and Expo pada 24-25 November 2018.(hdr)

 

Artikel Terkait