Daerah

Kalimantan Tengah Dinobatkan Sebagai Ibukota Paru-Paru Dunia

Oleh : Ronald T - Selasa, 18/12/2018 13:05 WIB

Kalimantan Tengah (Kalteng) dinobatkan sebagai ibukota paru-paru dunia, Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani, mengatakan predikat ini seharusnya membuat Kalteng bangga sebagai satu-satunya ibukota paru-paru dunia.

Palangka Raya, INDONEWS.ID - Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dijadikan ibukota paru-paru dunia oleh Komite Perdamaian Dunia. Ini karena hutan kalimantan yang menyediakan udara sejuk bagi masyarakat dunia.

Usai acara penandatanganan Kalteng sebagai ibukota paru-paru dunia di Palangka Raya, Presiden Komite Perdamaian Dunia, Djuyoto Suntani, mengatakan predikat ini seharusnya membuat Kalteng bangga sebagai satu-satunya ibukota paru-paru dunia.

“Jadi keuntungan brand, ikon, wisatawan, bisnis, dan tujuannya adalah kesejahteraan untuk Kalteng pada khususnya. Orang akan berbondong-bondong ke tempat prasasti itu. Merayakan. Itu kan sudah income masuk. Dan Kalteng dikenal sebagai yang memberikan udara segar kepada umat manusia di seluruh planet bumi sepanjang masa,” ujarnya dalam sebuah rilis yang diterima pada Senin (17/12/2018).

Menurut Djuyoto predikat ini diharapkan mendorong pemerintah, dunia usaha dan masyarakat Kalteng untuk menjaga agar hutan Kalteng tetap terjaga sesuai julukannya sebagai ibukota paru-paru dunia.

Djoyoto juga menjelaskan mengapa 17 Desember dipilih sebagai hari deklarasi Kalteng sebagai ibukota paru-paru dunia.

“Kenapa tanggal 17. Ini angka keramat bagi Kalteng. Kalteng didirikan tanggal 17 Juli 1957. Ada 17 titik dan Desember saya pilih karena Protokol Kyoto diadakan tanggal 11 Desember 1997 di Jepang. 180 kepala negara bertanda tangan bersama untuk menjaga keseimbangan alam yang dipimpin Wapres Amerika saat itu. Algor,” imbuhnya.

Dengan dideklarasikannya Kalteng sebagai ibukota paru-paru dunia diharapkan menimbulkan rasa bangga bagi pemerintah dan masyarakat. Sebab menurutnya, sama halnya dengan paru-paru manusia ada dua, maka paru-paru dunia juga ada dua yakni Amazon - Brazil dan Kalimantan Tengah - Indonesia. Namun ibukota paru-paru dunianya ada di Kalimantan Tengah.

Presiden Komite Perdamaian Dunia ini juga mengharapankan segenap unsur di Kalimantan Tengah sadar dari ibukota paru-paru dunia, masyarakat akan mendapat kesejahteraan, kejayaan, kemakmuran dan kebanggaan.

Langkah selanjutnya yang harus dilakukan, lanjut Djuyoto, adalah sosialisasi supaya dunia tahu ibukota paru-paru dunia ada di Kalteng. Kemudian, diperlukan dukungan dari pemerintah dan dari masyarakat Kalteng untuk mengemban predikat ini.

Presiden Komite Perdamaian Dunia ini juga mengharapkan masyarakat Kalteng ke depan bisa mendapat royalti dari masyarakat dunia atas upaya menjaga dan memelihara hutan untuk kelangsungan hidup bersama. (ronald)

 

Artikel Terkait