Daerah

Hari Ke Empat, Banjir Bandang Di Papua Telan Korban Meninggal Sebanyak 104 Jiwa

Oleh : Ronald T - Rabu, 20/03/2019 21:01 WIB

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Mustofa Kamal mengatakan hingga hari keempat jumlah kantong jenazah yang masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Papua sebanyak 82 kantong jenazah, sementara yang telah diidentifikasi oleh tim Disaster victim investigation (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua sebanyak 43 jenazah.

Jayapura, INDONEWS.ID - Banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura, Irian Jaya sudah memasuki hari ke-4. Berdasarkan data BNPB per Rabu (20/3/2019) terdapat 104 korban jiwa.

Selain itu, sedikitnya masih ada sebanyak 79 orang hilang. Sementara, terdapat 160 orang mengalami luka, dengan rincian 85 orang mengalami luka berat dan 75 orang lainnya mengalami luka ringan.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah, mengingat hingga saat ini baik TNI, Polri, SAR dan masyarakat masih melakukan proses pencarian korban di lokasi banjir bandang.

"Pagi tadi tim kami menemukan 1 jenasah yang masih balita di Kelurahan Yahim," ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Mustofa Kamal, Rabu (20/3/2019).

Menurut Kamal, hingga hari keempat jumlah kantong jenazah yang masuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Papua sebanyak 82 kantong jenazah, sementara yang telah diidentifikasi oleh tim Disaster victim investigation (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua sebanyak 43 jenazah.

"Pagi tadi kami juga berhasil mengidentifikasi 5 jenazah," terang Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, AKBP. Dokter Heri, yang didampingi Kabid Humas Polda Papua.

Lima kantong jenasah yang diidentifikasi adalah, Maria Hana Yom (24), M. Ardiansyah (7), Oktovina Andatu (49), Bendina Tabuni (55) dan Jimmy Hendrik Ondi (45). Lima jenasah tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dilakukan proses pemakaman.

"Kita harapkan, bagi keluarga yang belum mengetahui keluarganya yang hilang akibat banjir, bisa langsung melapor kepada kami, supaya kami lakukan proses pendataan," ujar Kabid Humas.

Sebagai informasi, sebanyak 9.691 orang mengungsi di 18 titik. Penambahan jumlah tersebut dikarenakan rasa trauma.

Sementara itu, terkait kerusakan bangunan, terdapat 375 rumah rusak berat, 5 unit ibadah rusak berat, 8 sekolah rusak berat, 104 unit ruko rusak berat, 4 jembatan rusak berat, dan 4 ruas jalan rusak berat. Hingga saat ini, pendataan dampak bencana dan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. (rnl)

 

Artikel Terkait