Kerusuhan Kembali Terjadi, PM Sri Lanka Imbau Warga Negaranya Tetap Tenang

Oleh : Ronald Tanoso - Selasa, 14/05/2019 19:01 WIB

Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe melalui akun sosial media, Twitter-nya mengimbau kepada seluruh warga negaranya untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan informasi palsu.

Jakarta, INDONEWS.ID - Kerusuhan kembali terjadi dan menyasar warga Muslim di sejumlah distrik dekat Ibu Kota Kolombo, Sri Lanka. Akibatnya, pemerintah setempat berkomitmen akan menindak tegas para pelaku kerusuhan ini.

Mengutip dari laman resmi BBC pada Selasa (14/5/2019), Pemerintah Sri Lanka mengatakan bahwa pasukan keamanan telah memulihkan ketenangan ke jalan-jalan di daerah yang terkena dampak kekerasan dan berkomitmen untuk mencegah serangan balas dendam terhadap umat Islam.

"Yang ingin kami katakan adalah bahwa pemerintah sangat bertekad untuk mengendalikan ini dan mulai malam ini dan seterusnya akan sepenuhnya dikendalikan," kata Shiral Lakthilaka selaku penasihat presiden.

Sementara itu, Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe melalui akun sosial media, Twitter-nya mengimbau kepada seluruh warga negaranya untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan informasi palsu.

"Saya mengimbau semua warga negara untuk tetap tenang dan tidak terombang-ambing oleh informasi palsu. Pasukan keamanan bekerja tanpa lelah untuk menangkap teroris dan memastikan keamanan negara," kata Ranil.

Tensi antara masyarakat Islam dan Katolik memanas pasca serangan bom Paskah yang terjadi tanggal 21 April lalu. Dalam serangan yang meledakkan tiga gereja dan tiga hotel itu, lebih dari 250 orang tewas dan hampir 500 orang lainnya luka-luka.

Kini, warga Muslim menjadi sasaran serangan balasan oleh warga Katolik karena dianggap bertanggung jawab atas tewasnya ratusan umat Katolik.

Di kota barat laut Kiniyama, ratusan orang menyerbu sebuah masjid, menghancurkan jendela dan pintu dan membakar Alquran. Serangan itu dipicu oleh sekelompok orang yang menuntut penggeledahan masjid setelah tentara menemukan sejata di danau di dekat lokasi.

Di Kota Chilaw, masjid dan toko milik pedagang Muslim diserang oleh warga, kali ini akibat perdebatan yang terjadi di Facebook. Sementara itu seorang pira tewas akibat luka tikam dalam serangan lainnya di distrik Puttalam. Serangan lainnya dilaporkan terjadi di Hettipola di mana setidaknya tiga toko milik pedagang Muslim dirusak. (rnl)
 

Artikel Terkait