Gaya Hidup

Melawan Tantangan, Batik Khanaan Terus Melebarkan Sayap di Pasar Global

Oleh : Rikardo - Jum'at, 15/11/2019 12:59 WIB

Designer Muda Nasional Khanaan Shamlan saat ditemui usai konferensi pers di JCC, Jakarta, Kamis (14/11/19/Rikard Djegadut)

Jakarta, INDONEWS.ID - Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019 mulai digelar dari 13-16 November 2019 di Assembly Hall, JCC. Acara ini menampilkan etalase karya 78 perancang busana muslim Indonesia melalui pameran business to business (B to B).

Diharapkan potensi buyer dalam dan luar negeri yang sengaja dihadirkan dalam perhelatan ini dapat dipertemukan dengan para perancang busana muslim Indonesia yang terpilih melalui proses kurasi dan telah dibina untuk mempersiapkan brand dan produk siap ekspor.

Salah satu designer muda Khanaan Shamlan, wanita kelahiran 1990 ini tetap konsisten menjadikan batik sebagai koleksinya. Batik yang diperkenalkan melalui brandnya dalam beberapa tahun terakhir telah menembus pasar global dan telah ikut dalam berbagai event bagi para designer di kelas International.

Khanaan mengatakan, setiap tahun brandnya tentu selalu menghadirkan koleksi baru. Namun untuk tahun ini, ia menghadirkan koleksi dengan fokus pada detil embroidernya bila dibandingkan pada koleksi sebelumnya.

"Dalam setahun kan, kita paling enggak menghadirkan 2 hingga 3 koleksi. Nah, di sini kita lebih kuat pada detiling embroidernya," beber Khanaan Shamlan saat ditemui Indonews.id usai konferensi pers di Plenary Hall, JCC Jakarta, Kamis (14/11/19).

Sementara itu, ditanya mengenai tantangan kedepannya, wanita kelahiran Pekalongan ini menjelaskan, pada dasarnya tantangan bagi Khanaan adalah bagaimana mengemas batik supaya `looknya` kelihatan modern dan bisa dinikmati oleh dunia.

"Sebenarnya, visi misi Khanaaan adalah membawa batik tidak hanya dinikmati pasar lokal aja, tapi pasar Global. Jadi bagaimana mengemas batik supaya `looknya` lebih bisa diterima di pasar global," ungkapnya.

"Alhamdulillah, kemarin, Khanaan fashion terpilih menjadi salah satu designer dari Indonesia, dari 56 designer dunia yang karyanya itu ditampilkan di musseum fine arts di San Fransisco," tambah Khanaan.

Khanaan menambahakan, koleksinya sudah tampil di beberapa negara seperti Dubai, juga tampil di Arab Fashion Week hingga ke Dakar, dan beberapa kali di Midle.  Bahkan, ia menambahkan, sudah export ke pasar Saudi. Selama ini juga sudah bebrapa kali berkolaborasi dengan perusahan e-commerce di Indonesia dan Malayasia.

Lebih jauh Khanaan menjelaskan, bagi konsumer luar negeri, mereka menyukai koleksi batik karena memiliki apresiasi yang tinggi terhadap proses pemgerjaannya.

"Jadi orang di sana kan lebih mengapreciate `how we make the produk," lanjutnya.

Dalam pergelaran Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019, koleksi Khanaan dengan tema Sedasa tampil pada sesi ketiga fashion show.

Untuk diketahui, Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) memberikan dukungan penuh pada perhelatan Sustainable & Ethical Fashion ISEF 2019.

Hal itu disampaikan oleh Jetty R Hadi, Vice Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Centre (IHLC).

“Di bawah ‘rubrik’ gaya-hidup halal, fesyen dan konteks luasnya yaitu hal-ikhwal berpakaian, harus patuh pada pedoman mengenai apa yang dimaksud dengan kehidupan dan gaya-hidup yang sekaligus halal dan thoyyib (baik, sehat, tidak berbahaya, ramah lingkungan)," ungkap Jetty R. Hadi.*(Rikardo). 

 

 

 

Loading...

Artikel Terkait