Jakarta, INDONEWS.ID - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Syafruddin menerangkan suara tembakan 5 kali ditambah dengan dentuman saat ricuh para napi teroris di dalam Mako Brimob berasal dari tembakan para napiter dan bom rakitan yang sempat dibuat para napiter selama pemberontakan.
Namun demikian, lanjut Wakapolri, suasana tersebut telah dapat diatasi oleh para anggota Brimob Densus 88.
Syafruddin menegaskan, operasi penanganan napi teroris di Mako Brimob sudah selesai. Operasi berakhir pukul 07.15 WIB.
Saat ini masih dilakukan sterilisasi di lokasi. Rutan sudah sepenuhnya dikuasai oleh aparat. Penanganan kemungkinan dilakukan sekitar satu jam ke depan.
Wakapolri juga meminta maaf kepada masyarakat atas insiden ini meski Polri sendiri jadi korban. Dalam kasus ini ada 9 orang polisi yang sempat disandera para napi dan 5 di antaranya gugur.(Lka)