Olah Raga

Ini Jagoan Mahfud MD di Piala Dunia 2018

Oleh : budisanten - Selasa, 10/07/2018 14:27 WIB


Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Prof Dr Mohammad Mahfud MD, SH, SU, menjagokan Les Bleus Perancis akan menjadi juara di Piala Dunia 2018 Rusia. (foto:dok)

Jakarta, INDONEWS.ID - Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Prof Dr Mohammad Mahfud MD, SH, SU, menjagokan 'Les Bleus' Perancis akan menjadi juara di Piala Dunia 2018 Rusia.  

Namun, pasukan Didier Deschamps itu harus bisa mengalahkan 'De Rode Duivels' atau 'Les Diables Rouges' Belgia di semifinal yang akan berlangsung di Stadion Saint-Petersburg, Rabu (11/7/2018) pukul 01.00 dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB).

Pernyataan lugas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 tersebut dilontarkan tatkala menjawab pertanyaan netizen di Twitter. "Pertanyaan saya ke Pak @mohmahfudmd siapa yang juara #PialaDunia2018," tanya netizen bernama @ZainIbnoe.

Pertanyaan @ZainIbnoe langsung dijawab Mahfud MD dengan menyebut Perancis. Sayangnya, pakar hukum tata negara yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) itu tidak menjelaskan bagaimana cara Perancis menjadi juara dunia di Rusia.

Di sisi lain, mantan Menteri Hukum dan Perundangan-Undangan dan Menteri Pertahanan di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu, juga menginginan perpolitikan Indonesia dilingkupi semangat sportivitas yang tinggi.

Keinginan itu disampaikan Mahfud MD lewat kicauan di twitternya. Dalam kicauannya, Mahfud juga menyinggung mengenai pertandingan perempat final Piala Dunia 2018 antara Perancis melawan Uruguay yang berakhir 2-0.

Menurut Mahfud MD, pertandingan Perancis melawan Uruguay berjalan secara sportif meski ada pelanggaran-pelanggaran kecil yang wajar terjadi. Wasit pertandingan dinilai berhasil memimpin jalannya laga dengan tegas dan netral.

Begitupun para penonton yang tertib mendukung tim pujaannya di stadion. Kondisi yang ideal tersebut diharapkan oleh Mahfud dapat dibawa ke dalam percaturan politik yang baru saja menyelesaikan Pilkada Serentak 2018 dan siap-siap menghadapi Pileg dan Pilpres 2019. (ato)

Artikel Lainnya