Nasional

Bangga Menjadi Bangsa Indonesia

Oleh : very - Rabu, 05/09/2018 14:20 WIB


Tim Indonesia mendapat 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. (Foto: Kompas.com)

 

Jakarta, INDONEWS.ID - Sangat membanggakan! Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau pun terlampaui. Itulah ungkapan pas untuk melukiskan capaian  Indonesia dengan gelaran Asian Games ke-18 yang berlangsung selama dua pekan, 18 Agustus- 2 September 2018,  di Jakarta dan Palembang. Bukan hanya open ceremony atau closing ceremony yang mengundang decak kagum,  penyelenggaraan Asian Games 18 benar-benar telah memberikan konfirmasi kepada dunia tentang siapa kita, siapa Indonesia?

Keapikan manajemen penyelenggaraan dan tersedianya sarana serta  prasarana olahraga berstandar internasional adalah sebagian catatan sukses Asian Games 18. Panitia Pelaksana  Asian Games (Inasgoc) telah menunjukkan hasil kerja yang luar biasa. Panitia dan ribuan relawan Asian Games terbukti sukses mengatur dan memastikan alur  pertandingan puluhan cabang olahraga, melayani 17 ribu atlet, memfasilitasi 7.000 insan pers, dan ratusan ribu pengunjung/pendukung dari negara-negara di Asia.

Namun, lebih dari sekadar soal sukses penyelenggeraan, torehan  prestasi adalah sebuah kisah sukses yang layak dicatat dengan tinta emas dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di perhelatan olahraga terbesar se Asia itu. Bila pada Asian Games sebelumnya Indonesia berada di peringkat ke-17, pada Asian Games kali ini kita merangsek dan bersanding di posisi keempat dengan koleksi 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Tuan rumah unggul sepuluh medali emas atas Uzbekistan yang menyalip Iran di posisi kelima.

Ini adalah sebuah lompatan besar. Sebuah prestasi yang luar biasa. Para atlet telah bekerja keras untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Mereka telah memperlihatkan hasil sebuah kerja keras tanpa kenal lelah, pengorbanan, tanggung jawab, dan keikhlasan. Mereka telah memberikan kebahagiaan untuk seluruh rakyat Indonesia, menaburkan semangat, kegembiraan, optimisme, dan semangat persatuan kepada tunas-tunas muda bangsa.

Seluruh rakyat Indonesia layak memberikan apresiasi serta  penghargaan  kepada para atlet kita. Mereka pahlawan.  Indonesia bangga  atas prestasi yang telah ditorehkan.  Tentu saja, sebanyak 31 kepingan emas yang meliliti leher para atlit serta miliaran  rupiah yang masuk ke pundi-pundi mereka sebagai bonus,  adalah  penghargaan atas prestasi yang  telah mereka torehkan. Para atlet sangat pantas mendapatkannya  sebagai imbalan atas jerih-payah  yang telah mereka perjuangkan di arena pertandingan.

Namun, sejujurnya, itu semua tidak sebanding dengan apa yang diterima oleh bangsa dan rakyat Indonesia dalam momen bersejarah yang namanya Asian Games. Kibaran bendera Merah-Putih sebanyak 31 kali dan sebanyak 31 kali pula lagu Indonesia Raya dikumandangkan merupakan sentuhan magis yang menyadarkan seluruh elemen bangsa bahwa “Kita Indonesia”.  Rangkulan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto -- rival di Pilpres 2019 --  dalam pelukan pesilat Hanifan Yudani Kusumah,  secara nyata mengungkapkan kesejatian Indonesia. Itulah rangkulan rakyat Indonesia.  Itu mewujudkan tali persatuan dan nasionalisme Indonesia.

Bagai oase di tengah padang gurun, perhelatan Asian Games 2018 sungguh-sungguh telah mencurahkan setetes embun semangat nasionalisme yang selama ini tergerus oleh sikap-sikap mau menang sendiri, saling menyalahkan, intoleransi, politik identitas, serta sikap elite politik yang penuh trik dan intrik. Praktik korupsi yang masih begitu merajalela dalam lingkungan para pengambil kebijakan telah membuat wajah bangsa ini bopeng-bopeng. Ini semua yang membuat sebagian warga bangsa sepertinya  kehilangan rasa bangga akan negerinya.

Padahal, Indonesia itu indah dan kaya-raya. Indah karena bangsa kita dikenal santun, ramah. Indah karena didiami oleh berbagai suku bangsa, agama, adat istiadat, bahasa, dan tradisi. Indah karena Pancasila menjamin sepenuhnya hak-hak setiap warga bangsa sebagai makhluk ciptaan Tuhan paling sempurna yang harus dihormati, apa pun identitas atau status sosialnya. Negeri ini juga sangat kaya, dikelilingi oleh beribu-ribu pulau, bentangan sungai, dan laut, serta dipagari gunung-gunung yang bebaris rapi di sepanjang jalur-jalur zamrut khatulistiwa. Berbanggalah dan bersyukurlah kita atas semua itu.

Tentu saja, selain berbangga atas keindahan dan kekayaan yang diberikan Tuhan, kita juga harus bangga dengan capaian-capaian yang menggambarkan bobot kerja kita.  Itulah prestasi.  Para atlet Asian Games kita telah mengukir prestasi yang membuat kita bangga. Kita yakin sukses yang mereka  raih bukan karena faktor tuan rumah atau penyogokan melainkan karena usaha,  jerih payah, sikap profesional, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab kepada bangsa dan negara.

Tunas-tunas muda Indonesia harus bisa mengambil makna dari perhelatan olahraga terbesar se Asia itu. Mereka harus terus didorong untuk menghadapi tantangan dengan perkasa, bukannya mencari yang serba gampang. Mereka, sejak dini, harus dibiasakan menerima tanggung jawab dalam menghadapi kehidupan nyata. Hanya dengan demikian akan lahir  manusia-manusia unggul Indonesia yang mampu meraih prestasi demi prestasi.  Dari mereka itulah kita harapkan akan dihasilkan sesuatu yang layak dibanggakan demi kejayaan nusa dan bangsa. (ad)

 

Artikel Lainnya