Jakarta, INDONEWS.ID – Ustaz Yusuf Mansur merupakan seorang da`i kondang dan pengusaha muda yang sukses. Dia berangkat dari nol menuju kesuksesan melalui cara-cara agamis seperti sedekah, tahajud, salat 5 waktu, dan sunah-sunah lainnya.
Dalam menggapai kebahagiaan dunia akhirat, dia meraih kekayaan dan kejayaan melalui cara Islami. Dia merupakan motivator ulung, Hafidz Quran 30 juz yang memiliki ribuan cabang rumah tahfidz di seluruh Indonesia.
Membangun jalan-jalan, jembatan tanpa bantuan pemerintah, termasuk jika ada bencana alam kader-kadernya turun untuk membangun rumah warga kembali dan masih banyak yang dilakukannya untuk bangsa dan negara.
“Saya pribadi kagum dengannya, bahkan addict terhadap ceramahnya, khususnya tentang keajaiban doa dan sedekah. Dia guru saya,” ujar Direktur Eksekutif 7 (Seven) Strategic Studies, Girindra Sandino di Jakarta, Rabu (10/4).
Di sisi lain, dalam setiap komunitas, ada semacam naluri untuk menghadirkan pemimpin di tengah-tengah mereka. Jadi, selain ketertiban, kata kunci lain yang perlu kita perhatikan adalah panutan.
“Suatu komunitas memerlukan panutan, sosok yang dianut, yang dianggap mampu mengayomi dan melindungi mereka, serta bisa diandalkan untuk berdiplomasi dengan komunitas lain. Juga adanya nurani kolektif, sebuah istilah yang diperkenalkan oleh Emile Durkheim, yang bermakna eksistensi tatanan sosial dan moral yang berada di luar individu dan bertindak terhadap mereka sebagai kekuatan independen,” ujarnya.
Menurut Girindra, nurani kolektif ini terdiri dari berbagai sentimen, kepercayaan dan nilai bersama yang membentuk tatanan sosial. “Artinya dukungan Ustaz YM kepada Jokowi semakin meneguhkan bahwa eksistensi seorang Jokowi dibutuhkan sebagai panutan berbagai elemen, termasuk ulama yang terdorong oleh nurani kolektif yang positif,” ujarnya.
Girindra mengatakan, munculnya nada miring terkait dukungan Yusuf Mansur tersebut merupakan hal biasa dalam dinamika kontestasi demokrasi. “Biarlah masyarakat yang menilai. Yang jelas dukungan Ustaz YM memperteguh Jokowi seorang pemimpin. Dan prediksi saya, banyak yang diam-diam ulama-ulama mendukung Jokowi. Biar waktu yang menjawab,” pungkasnya. (Very)