Internasional

Hasan Wirayuda Perlindungan WNI Award 2019 Sebagai Bentuk Kepedulian Pemerintah

Oleh : hendro - Rabu, 31/07/2019 16:05 WIB


Staf khusus Presiden, Siti Ruhaini Dzuhayatin disela tugasnya di Sabah dan Brunei Darussalam  sebagai tim dewan juri Hassan Wirayuda Perlindungan WNI Award

Jakarta, INDONEWS.ID - Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan tingkat International , Siti Ruhaini Dzuhayatin, menegaskan  bahwa penghargaan ini diberikan oleh Kemenlu
setiap tahun sejak 2014 kepada para kepala Perwakilan serta jajarannya dan para mitra perwakilan dalam memberikan perlindungan WNI.

Terutama pada mereka yang rentan seperti pekerja migran, pekerja kapal tangkap ikan internasioanal, yang menjadi sasaran perdagangan manusia, penipuan serta kekerasan. 

"Penghargaan ini merupakan wujud kepedulian kemenlu dan pemerintah kepada mereka yang tersebut diatas yang “go beyond the call of duty” dalam hal komitmen, respon cepat, kesiagaan serta inovasi strategi penanganan dan perlindungan WNI rentan tersebut," kata Ruhaini disela tugasnya di Sabah dan Brunei Darussalam  sebagai tim dewan juri Hassan Wirayuda Perlindungan WNI Award, Rabu (31/7/1019).

Ruhaini menambahkan, penghargaan ini sebagai perlindungan dalam arti pengakuan terhadap upaya dan komitnen sungguh-sungguh dan “diluar rutinitas” bagi mereka para “pelindung” WNI” dimana penghargaan tersebut diperhitungkan dalam promisi jabatan. 

Dalam kurun waktu lima tahun ini telah diberikan penghargaan pada kepala perwakilan, staf perwakilan dan mitra yang diharapkan dapat menjadi champion dan inspirasi bagi yang lain dalam mewujudkan salah satu visi Presiden dalam nawacita, yaitu, negara harus hadir dalam perlindungan WNI diluar negeri sebagai amanat konstitusi. 

Ruhaini menambahkan, pemberian award ini telah secara signifikan meningkatkan kinerja perlundungan WNI yang banysk dipuji oleh para mitra perwakilan di negara setempat seperti polisi, pengacara, pengadilan, pekerja sosoal dan pihak terkait.

 Sehingga pada gilirannya, kata Ruhaini, dapat memberi rasa segan dan penghargaan pada WNI dan pekerja migran.  Oleh karenanya, kasus-kasus dan cerita tragis , utamanya dikalangan  pekerja migran semakin berkurang. 

Disamping itu, di sela proses verifikasi pencalonan penerima award, Ruhaini juga mendiskusikan aspek-aspek perlindungan WNI dari  pengaruh gerakan ekstrimisme dan radikalisme yang mulai menyasar para pekerja migran, baik dalam hal menggalangan dana dan rekruitmen keanggotaan yang tentu membahayakan diri mereka sendiri serta Martabat kebangsaan.  Ia mengharapkan bahwa masalah ekstrimisme dan radikalisme dapat masuk dalam aspek perlindungan tersebut. 

Dalam lawatan ke Sabah dan Brunei Darussalam,  diperoleh kabar baik bahwa kedua pemerintah setempat sangat ketat mengawasi gerakan-gerakan agama yang dipandang tidak mainstream dan berpotensi menimbulkan konflik dan kekerasan. "Hukuman berat akan dikenakan bagi siapapun, termasuk warga asing  di wilayahnya," tutupnya

Artikel Lainnya