Nasional

Deputi Kemenko Kemaritiman: Peserta KPN Diharapkan Jadi Agen Pembaruan di Daerah

Oleh : very - Senin, 02/09/2019 11:50 WIB


Deputi Bidang Koordinasi, SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Kemenko Kemaritiman RI, Dr.Ir. Safri Burhanuddin, DEA, menerima cinderamata dari Asdep Peningkatan Kapasitas Pemuda Kemenpora, IGP Raka Pariana, M.Pd, usai memberi materi pada acara pelepasan Peserta Program Kapal Pemuda Nusantara (KPN). (Foto: Inakoran.com)

Jakarta, INDONEWS.ID – Deputi Bidang Koordinasi, Sumber Daya Manusia (SDM), IPTEK dan Budaya Maritim, Kemenko Kemaritiman RI, Dr.Ir. Safri Burhanuddin, DEA, mengharapkan para Peserta Program Kapal Pemuda Nusantara (KPN) yang datang dari 34 provinsi di Indonesia, dapat menjadi agen perubahan setelah mereka pulang ke daerahnya masing-masing.

“Mereka harus menjadi agen perubahan di daerahnya masing-masing. Mereka harus memiliki wawasan nusantara dan diharapkan mampu menjelaskan apa yang mereka lihat, saksikan dan alami selama mengikuti pelayaran selama di laut lepas, menyaksikan kekayaan yang dimiliki negara ini dalam bidang kelautan,” ujarnya.

Pemerintah, kata Safri, sangat serius membangun sektor kemaritiman, sebab 71 persen luas negara ini terdiri dari laut. Dan kondisi itulah yang memungkinkan Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Sebagaimana telah diketahui, Presiden Joko Widodo, sejak awal masa pemerintahannya, telah mencanangkan lima pilar utama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Kelima pilar dimaksud adalah: Pertama, pembangunan kembali budaya maritim Indonesia. Kedua Berkomitmen dalam menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan dengan menempatkan nelayan sebagai pilar utama. 

Selanjutnya, pilar ketiga, komitmen mendorong pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim dengan membangun tol laut, pelabuhan laut, logistik, dan industri perkapalan, serta pariwisata maritim. Keempat, Diplomasi maritim yang mengajak semua mitra Indonesia untuk bekerja sama pada bidang kelautan. Kelima, Membangun kekuatan pertahanan maritim.

Konsep poros maritim dunia itu bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maritim yang besar, kuat, dan makmur melalui pengembalian identitas Indonesia sebagai bangsa maritim, pengamanan kepentingan dan keamanan maritim, memberdayakan potensi maritim untuk mewujudkan pemerataan ekonomi Indonesia.

Dikatakannya bahwa pembangunan poros maritim dunia meliputi banyak bidang seperti pembangunan infrastruktur, politik, sosial-budaya, hukum, keamanan, dan ekonomi.

Termasuk juga adalah soal penegakkan kedaulatan wilayah laut NKRI, revitalisasi sektor-sektor ekonomi kelautan, penguatan dan pengembangan konektivitas maritim, rehabilitasi kerusakan lingkungan dan konservasi biodiversity, serta peningkatan kualitas dan kuantitas SDM kelautan, merupakan program-program utama dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Safri berharap kepada peserta KPN 2019 agar setelah kembali ke daerah masing-masing, mereka sudah memiliki pemahaman yang jelas tentang wawasan nusantara, batas teritorial, ZEE, potensi kemaritiman dan juga soal illegal fishing yang selama ini marak terjadi.

“Namun, yang paling penting, para pemuda ini harus menjadi agen pembaharuan dan perubahan di daerah mereka masing-masing,” pungkasnya. (Very)

Artikel Lainnya