Buntut Kericuhan di SUGK, Menpora Minta Maaf ke Malaysia

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 07/09/2019 10:01 WIB

Menpora Imam Nahrawi bersama Menteri Belia Malaysia Syed Saddiq

Jakarta, INDONEWS.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia (Menpora) Imam Nahrawi memohon maaf kepada seluruh masyarakat Malaysia atas kerusuhan yang dilakukan oknum suporter Timnas Indonesia pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Laga yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019) berakhir dengan kekalahan di kubu Indonesia dengan score 2-3

Kekalahan Indonesia dengan Malaysia berbuntut panjang. Oknum suporter Timnas Indonesia di dalam dan luar stadion melakukan kerusuhan, yang membuat Menpora Malaysia ikut tertahan di stadion.

Kecewa suporternya diperlakukan tak baik, pihak Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pun secara resmi merilis pernyataan akan melaporkan kericuhan tersebut ke pihak FIFA dan AFC.

Atas insiden tersebut, Menpora Indonesia, Imam Nahrawi, meminta maaf kepada seluruh masyarakat Malaysia. Permintaan maaf itu tertuang dalam surat resmi Menpora nomor S.9.6.1/MENPORA/IX/2019.

"Bersama ini, dengan hormat kami sampaikan kepada Menteri Syed Saddiq, menyikapi kejadian kurang terpuji yang dilakukan oleh oknum suporter Indonesia pada saat pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2020 antara timnas Indonesia melawan Malaysia di SUGBK," tulis surat Imam Nahrawi.

"Kami atas nama pemerintah dan masyarakat Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Malaysia atas ketidaknyamanan dan ketidaksengajaan ini," lanjut pernyataan itu.

Dalam surat itu, juga diterangkan bahwa bangsa Indonesia dan Malaysia itu serumpun. Maka dari itu, Imam Nahrawi berharap permintaan maaf bangsa Indonesia diterima dengan baik oleh Malaysia.

Sebab, sebelumnya masyarakat Indonesia sudah memaafkan bangsa Malaysia terkait kejadian bendera terbalik di SEA Games 2017.

Saat itu, dalam buku resmi SEA Games 2017, bendera Indonesia dicetak terbaik dan sempat membuat marah masyarakat Tanah Air.

"Bangsa kita adalah bangsa serumpun yang sudah seharusnya saling menghargai dan menguatkan satu sama lain," tulis Menpora Imam Nahrawi.

"Permintaan maaf dan pemberian maaf adalah jalan terbaik seperti halnya pernah dilakukan oleh kedua negara pada saat insiden bendera Indonesia terbalik di SEA Games 2017 di Kuala Lumpur."

"Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir dalam persepakbolaan serta menjadi bahan intropeksi bagi semua pihak," tutup surat tersebut.*(Rikardo)

 

Loading...

Artikel Terkait