Nasional

Halmahera Selatan Diguncang Gempa 6,0 SR, Ini Penjelasan BMKG

Oleh : Ronald T - Minggu, 15/09/2019 13:43 WIB

Ilustrasi gempa bumi (istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Badan Meterologi , Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa berkekuatan M 6,0 yang mengguncang Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (15/9/2019) ini dipastikan aktivitas sesar aktif.

"Gempa dengan kedalaman dangkal 41 km dengan episenter terletak di laut pada koordinat 0.92 LS dan 128.57 BT ini dipastikan dipicu oleh aktivitas sesar aktif," ujar Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, pada Minggu (15/9/2019).

Diketahui, gempa ini terjadi pada Minggu pagi dini sekitar Pukul 01.21 WIT. Titik gempa ini tepatnya berlokasi di laut pada jarak 123 km arah Timur Kota Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan.

Dikatakan Daryono, gempa tersebut berbeda dengan gempa yang pernah mengguncang Halmahera pada 14 Juli 2019 lalu. Gempa pada Juli lalu, memiliki kekuatan M 7,2 itu diikuti 177 gempa susulan dan menyebabkan sebanyak 971 rumah rusak, 4 orang meninggal dunia serta 51 orang luka-luka.

"Menariknya, gempa tadi pagi mekanismenya sesar naik (thrust fault) sementara gempa pada 14 Juli 2019 mekanismenya sesar mendatar. Atas dasar adanya perbedaan mekanisme sumber kedua gempa, tampaknya gempa tadi pagi dini tidak dipicu oleh Sesar Sorong-Bacan. Ini merupakan cerminan kompleksitas tektonik di wilayah Halmahera Selatan," bebernya.

Guncangan gempa bumi pagi dini hari tadi dirasakan kuat di Halmahera selatan. Daryono menambahkan, begitu kuatnya guncangan gempa, banyak warga yang masih tidur menjadi terbangun dan segera berlarian keluar rumah.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut," kata Daryono.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 4,1 juga di Halmahera Selatan, Maluku Utara tepatnya di Pulau Obi, Gempa berada pada kedalaman 108 terjadi pada Sabtu, (14/9/2019) sekitar pukul 23.37. Gempa tersebut, dituliskan BMKG, tidak berpotensi tsunami.

"Pusat gempa berada di laut 108 km Timur Laut Obi," tulis BMKG. (rnl)

 

Loading...

Artikel Terkait