Bisnis

Rupiah Melemah, Ini Pesan Rizal Ramli untuk Gubernur BI

Oleh : very - Jum'at, 13/03/2020 22:10 WIB

DR Rizal Ramli, memberikan kuliah twiter tentang demokrasi. Kali ini menyikapi tentang Komisi Pemilihan Umum yang bersikap aneh : kasih bocoran pertanyaan dan hilangkan visi misi. (foto : ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2020, melemah seiring kejatuhan aset-aset berisiko. Rupiah pada Jumat sore ditutup melemah 256 poin atau 1,76 persen menjadi Rp 14.778 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.522 per dolar AS.

Ekonom Senior Rizal Ramli mengatakan, rupiah terkerek terhadap Dollar AS karena diintervensi alias doping menggunakan utang USD dengan bunga tinggi.

“Doping kok pakai uang pinjaman bunga mahal. Upaya operasi pasar uang Bank Indonesia jelas sia - sia jika tidak ada perbaikan fundamental,” ujarnya di Jakarta, Jumat (13/3).

Padahal, sebelum fit and proper test di DPR, calon Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo datang ke rumah Rizal Ramli. “Pesan saya sederhana, “Monetary Policy saja tidak akan effektif, harus didukung kebijakan fiskal agar sektor riil  kembali berkembang, jangan ibarat dibuang garam ke laut. Untuk itu, mas Perry harus berani bicara ke lingkaran dalam Presiden. Semoga Anda berani,” ujar Rizal Ramli.

Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra seperti dikutip Antara.com, di Jakarta, Jumat mengatakan, sentimen pasar tidak membaik setelah WHO menyatakan pandemi untuk wabah Corona. “Harga aset-aset berisiko seperti saham jatuh dalam. Ini memberikan tekanan untuk rupiah hari ini," katanya.

Menurut Ariston, pasar terus menunggu kebijakan-kebijakan stimulus baru dari negara-negara besar seperti AS untuk meredam kekhawatiran pasar dan mengurangi dampak negatif wabah Covid-19 terhadap perekonomian.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi. Penetapan itu dilakukan lantaran jumlah kasus maupun negara yang terjangkit wabah itu meningkat tajam. WHO mencatat sudah ada 126.380 kasus di 124 negara di seluruh dunia.

Dari domestik, pemerintah akhirnya merilis stimulus jilid II untuk meminimalisasi dampak COVID-19 terhadap perekonomian dalam negeri.

Stimulus jilid II ini lebih berfokus pada sektor produksi terutama sektor manufaktur. Sebab, sejak ditetapkan sebagai pandemi global, sektor tersebut kesulitan untuk mendapatkan barang modal dan bahan baku.

Rupiah pada Jumat pagi dibuka melemah ke posisi Rp 14.595 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.595 per dolar AS hingga Rp 14.840 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Jumat menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp 14.815 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.490 per dolar AS. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait