Pengamat: Pilar Hanya Sebagai "Tokoh Hantu" Bagi Masyarakat Tangsel

Oleh : very - Sabtu, 14/03/2020 20:30 WIB

Pengamat politik dan kebijakkan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Adib Miftahul. (Foto: Ist)

 

Tangsel, INDONEWS.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Tangerang Selatan (Tangsel) secara resmi sudah mengumumkan pasangan bakal calon walikota (Bacawalkot)  Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ikhsan pada pilkada 2020 Tangsel.

Munculnya nama Pilar Saga Ikhsan cukup mengejutkan masyarakat Tangsel. Keputusan itu dinilai sebagai sebuah “keberanian” bagi partai besar sekelas Golkar. Betapa tidak, keputusan itu benar-benar mempertaruhkan pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan.

Siapa sosok Pilar Saga Ikhsan?

Dari data dan informasi yang diperoleh, sosok Pilar Saga Ikhsan adalah putra dari Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Pilar lahir di Bandung 14 Mei 1991 dan  berprofesi sebagai arsitek dan kontraktor. Pilar menikah dengan RR Treutami Ajeng Soediutomo.

Pilar mengatakan, dirinya maju mendampingi Benyamin Davnie dalam Pilkada Tangsel 2020 tidak memiliki beban. Pasalnya, keputusan dirinya maju bukan karena keinginan dirinya, namun karena keinginan Partai Golkar. Pilar mengaku dirinya lebih ingin fokus pada dunia usaha bukan di bidang politik seperti saat ini.

“Masalah pencalonan saya di Tangsel, gimana yah, kalau saya karna didorong oleh partai diusungkan oleh partai, buat saya dalam pencalonan di Tangsel ini tidak ada beban, mungkin saya lebih memilih menjadi usahawan dalam bidang arsitek, fokus dalam bidang saya,” ungkapnya seperti dikutip Cipasera.com, saat menghadiri Musda Partai Golkar di salah satu Hotel di kota Serang (26/02/2020).

Pengamat politik dan kebijakkan publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Adib Miftahul mengatakan, wajar kalau Pilar merasa tidak punya beban, karena dirinya bukan calon pemimpin "yang tercipta". Seorang pemimpin yang tercipta adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin.

"Pilar diciptakan sebagai representasi dari dinasti yang tak mau kehilangan pengaruh di Tangsel," ujarnya, Kamis (12/3).

Adib mengatakan, Pilar mempunyai beban yang berat dalam pilkada kali ini. Pilar harus membawa target kelanggengan dinasti di Tangsel, yaitu membawa kemenangan bagi dinasti dan partai Golkar.

"Jadi poinnya, bisa juga dia dipaksa sebagai kader dari dinasti untuk berbagai wilayah. Ibunya Bupati Kabupaten Serang, sepupunya Wagub dan Wabup, uwaknya (Airin Walikota Tangsel) ke DPP Pusat," jelasnya.

"Pilar hanya sebagai pelengkap Benyamin Davnie, " kata Adib.

Dia mengatakan, Golkar sangat percaya diri jika Benyamin dianggap paling populer saat ini. Karena itu, masyarakat Tangsel cenderung mengganggap Pilar hanya `Tokoh Hantu`, yaitu tokoh yang tiba-tiba muncul saat pilkada karena restu politik dinasti.

"Karena beberapa kali survey, Ben memang paling unggul. Maka itu Pilar hanya diplot sebagai figur ‘yang diciptakan’ alias wakil dinasti saja. Masyarakat Tangsel menganggap Pilar hanya  ‘tokoh hantu` karena tiba-tiba muncul saat pilkada," pungkasnya.

Seperti dilansir dari atmnews.id, Benyamin mengakui jika Pilar Saga Ikhsan belum dikenal di masyarakat Tangsel. Karena itu wajar saja menjadi kecemasan bagi pendukung Benyamin dan Golkar.

"Wajar saja ya, karena memang baru," ujar Benyamin Davnie  usai ditemui di acara peringatan Harlah ke-13 Tahun Perguruan Pencak Silat Kelabang Putih Ciputat. (Very)

Loading...

Artikel Terkait