Nasional

Pandemi Covid-19, Rizal Ramli: Bertindaklah Sekarang, Jika Tidak Rakyat Kecil Berjatuhan

Oleh : very - Minggu, 29/03/2020 22:46 WIB

Rizal Ramli naik becak di Tanjung Jabung Barat Kuala Tangkal Jambi menuju tempat acara dialog kebangsaan, Rabu (20/12/2017). (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID -- Pandemi Virus Corona (Covid-19) sedang melanda dunia tak kecuali Indonesia. Pemerintah saat ini telah mengambil langkah dengan meminta masyarakat agar bekerja dari rumah, belajar di rumah dan berdoa di rumah.

Namun, perintah itu masih dianggap sebagai angin lalu. Belum semua warga melaksanakannya secara masif. Karena itu, pemerintah berencana mengeluarkan aturan untuk melakukan karantina wilayah pada Selasa mendatang.

Hari-hari ini, gelombang masyarakat yang pulang kampung alias mudik cukup besar. Mereka seolah melawan perintah pemerintah agar melakukan social distancing atau tepatnya physical distancing. Mereka tetap ingin bertemu anggota keluarganya.

Namun, hal itu terpaksa mereka lakukan. Mereka seperti harus memilih di antara dua pilihan yang sama-sama sulit, memilih tetap tinggal di Jakarta, dengan risiko tidak makan, atau memilih berkumpul dengan keluarga, dan harus menjadi penyebar Covid-19.

Banyak dari antara mereka yang memilih melakukan mudik tersebut karena terpaksa. “Kami terpaksa memilih mudik karena kalau kami tinggal di  Jakarta, maka kami tidak dapat makan. Karena jualan kami sudah tidak laku. Lebih baik kami memilih berkumpul dengan keluarga di sini,” ujar Anto, salah seorang pemudik dari Wonogiri, Jawa Tengah.

Menyikapi situasi dilematis seperti itu, ekonom senior Rizal Ramli menyerukan pemerintah untuk segera bertindak menyelamatkan rakyat kecil. Karena jika tidak, maka rakyat kecil akan makin banyak “berjatuhan”.

``Bertindaklah sekarang, Act Now!`` kata mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu.

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, sejatinya pemerintah masih memiliki cukup banyak uang untuk menjadi “bantalan”, sehingga para petani, nelayan maupun pekerja harian bisa bernapas.

Tokoh yang sudah malang melintang sebagai aktivis, akademisi, maupun birokrat itu mengatakan, pemerintahan Jokowi sebetulnya punya cukup uang asal berani menghentikan seluruh proyek infrastruktur yang bernilai trilyun, termasuk proyek Ibu Kota Baru. Dikatakanya, tidak elok meneruskan proyek Ibu Kota Negara di tengah situasi negara yang sulit ini.  

“Gunakan uang proyek infrastruktur Rp430 trilyun, dana SAL & SILPA (Rp 270 Trilyun) untuk membantu kebutuhan pokok pekerja harian dan rakyat miskin. Gunakan uang itu untuk para pekerja harian dan rakyat,`` kata Rizal Ramli melalui Twitternya.

Jika itu dilakukan, kata Rizal Ramli, maka pemerintah bisa menyelamatkan rakyat yang kehidupannya makin tak menentu. Bang RR – panggilan Rizal Ramli – mengatakan, pemerintahan saat ini harus berani berkorban untuk rakyat yang terhimpit berbagai beban kehidupan.

“Pengorbanan itu mulai dari pemimpin. Dia harus menjadi contoh dan membangun kredibilitas!,” ujarnya seperti dikutip Konfrontasi.com.

Seperti diketahui banyak rakyat kecil, baik itu buruh tani, kuli bangunan, buruh kasar, pedagang sayuran/buahan, penjaja makanan, mereka yang bekerja di sektor informal, gulung tikar karena tak ada pekerjaan dan juga memiliki pembeli akibat  krisis ekonomi dan wabah Covid-19. “Mereka semua butuh makan yang cukup dan harus ditolong pemerintah dan pengusaha yang perduli,” pungkasnya. (Very)

 

 

Loading...

Artikel Terkait