Nasional

Dana Haji untuk Perkuat Rupiah, Rizal Ramli: Pemerintah Sudah Kehabisan Ide

Oleh : very - Rabu, 03/06/2020 12:30 WIB

Ekonom Senior, Rizal Ramli (foto : ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Pemerintah Indonesia menyatakan tidak akan mengirimkan jemaah haji pada tahun 2020 ini. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah memastikan akan memanfaatkan dana simpanan yang dimiliki untuk membiayai penyelenggaraan ibadah haji 2020 untuk kepentingan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Kepala BPKH, Anggito Abimanyu mengatakan, saat ini BPKH memiliki simpanan dalam bentuk dolar Amerika Serikat sebanyak US$600 juta atau setara Rp8,7 triliun kurs Rp14.500 per dolar AS. Dengan demikian, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membantu Bank Indonesia dalam penguatan kurs rupiah.

Meski begitu, kata dia, BPKH bersama dengan Bank Indonesia masih mengkaji lebih lanjut terkait mekanisme pemanfaatan dana tersebut. Hal itu agar pemanfaatan dana bisa tetap sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan dalan peraturan yang ada.

"InsyaAllah (akan digunakan karena pengiriman haji batal tahun ini). (Mekanismenya) sedang dalam pengkajian," kata Anggito sepeti dikutip Vivanews, Selasa, 2 Juni 2020.

Menggapi hal tersebut, mantan Menko Perekonomian, Rizal Ramli mengatakan bahwa pemerintah sepertinya telah kehabisan ide untuk mendukung keberadaan nilai rupiah. Padahal, menurut ekonom senior itu, hal tersebut sangat berisiko.

“Bener2 sudah kehabisan ide, Dana Haji dipakai untuk penggunaan berresiko support rupiah. Payah deh,” ujarnya dalam twitternya, @RamliRizal, di Jakarta, Rabu (3/6).

Sebelumnya, Anggito menyampaikan bahwa total dana haji yang dikelola BPKH saat ini telah mencapai Rp135 triliun. Sebagian besar dana itu digunakan untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena sebagian besar dana itu diinvestasikan dalam Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

"Termasuk diantaranya untuk mendukung APBN kita yang membutuhkan dana guna mendukung penanganan covid-19," ungkap dia pada akhir bulan lalu.

Sebagai informasi, Kementerian Agama Republik Indonesia menyatakan tidak mengirimkan jemaah haji pada 1441 Hijriah atau 2020 Masehi. Hal ini ditegaskan Menteri Agama Fachrul Razi dalam siaran pers via Zoom pada hari Selasa 2 Juni 2020.

Fachrul Razi menyatakan, keputusan itu diambil berdasarkan beberapa hal. Di antaranya, Pemerintah Arab Saudi hingga kini belum juga membuka akses penyelenggaraan ibadah haji kepada negara manapun, termasuk Indonesia.

"Akibatnya, pemerintah tidak cukup waktu dalam mempersiapkan pelayanan dan perlindungan jemaah. Berdasarkan hal itu, pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada tahun 1441 Hijriyah atau 2020 Masehi," pungkasnya. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait