Nasional

Pegiat Kemanusiaan Apresiasi Langkah Kepala BP2MI Tangani Migran Indonesia

Oleh : Marsi Edon - Rabu, 03/06/2020 21:16 WIB

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani.(Foto:Istimewa)

Jakarta, INDONEWS.ID - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani menyerahkan data kasus sebanyak 415 Pekerja Migran Anak Buah Kapal (ABK) ke Bareskrim Polri di Jl. Trunojoyo No 3, Jakarta Selatan, Selasa,(2/6/2020) kemarin.

Selain melaporkan 415 kasus ABK, Kepala BP2MI juga membawa langsung 9 ABK eks Kapal milik perusahaan RRT Rongcheng Ocean Fishery Co.Ltd yang pulang ke Indonesia pada Jumat, 22 Mei 2020 lalu, dengan maskapai Airlines OZ 761 rute Incheon-Jakarta.

Ke 9 ABK tersebut direkrut oleh PT Maritim Samudra Indonesia (MSI), PT Rimba Ciptaan Indah (RCI), dan PT Novarica Agatha Mandiri.

"Hari ini kita mengantar 9 ABK yang hari jumat (29/05/20) lalu kita jemput di Bandara Soetta bersama Ibu Menaker. Mereka adalah anak-anak Indonesia yang mengalami tindak kekerasan, eksploitasi, mendapatkan jatah makanan minuman yang tidak layak yang diberikan pihak perusahaan tempat mereka bekerja," jelas Benny di Bareskrim Polri, Selasa (2/6/2020).

Adapun ke 9 ABK tersebut yaitu Nugi Pangestu (Bandung, Jawa Barat), Eko Abdurrachman, Rohman, dan Agung (Cirebon, Jawa Barat). Kemudian, Aidul (Lampung Selatan, Lampung), Arief Saefudin (Kediri, Jawa Timur), serta Lasiran (Kebumen, Jawa Tengah).

Selanjutnya, David Malvino (Jakarta) dan Erik (Palu, Sulawesi Tengah). Mereka bekerja sejak tanggal 13 Oktober 2019 hingga April 2020 dan memiliki kontrak kerja selama dua tahun (13 Oktober 2019 – 12 Oktober 2021).

Ia berharap nantinya kasus ini bisa memberi efek jera bagi perusahaan ABK yang tidak sesuai aturan. Benny menyebut telah menyelidiki tiga perusahaan yang dicurigai.

Kepala BP2MI mengantarakan 9 ABK untuk memberikan pelaporan kasus dan bukti-bukti untuk dapat diproses secara pidana. Saat melakukan pelaporan Kepala BP2MI di dampingi Deputi Pelindungan BP2MI Anjar Prihantoro dan Direktur Pelayanan Pengaduan BP2MI R Wisantoro.

Kepala BP2MI diterima oleh Brigjen Pol Zainal Arifin Paliwang, Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri.

Menanggapi langkah Kepala BP2MI, salah satu aktivis Pejuang kemanusiaan yakni Juventus Prima, memberi apresiasi terhadap langkah progressif yang dilakukan oleh Kepala B2PMI, menurut mantan Ketua Pusat PMKRI tersebut, langkah ini penting untuk memberi efek jera.

Ini juga membuktikan bahwa BP2MI yang baru di bawah kepemimpinan Bapak Bhenny Rhamdani konsen dan siap untuk melidungi seluruh migran asal Indonesia.

"Apresiasi terhadap B2PMI yang sudah turun langsung, semoga perlahan bisa memberikan jaminan dan perlindungan bagi Migran Indonesia, tuturnya “

Selain apresiasi, Juventus juga berharap kedepan harus ada sinergitas yang lebih dari segenap stakeholder untuk menangani persoalan migran.Jangan dibiarkan B2PMI berjalan sendirian, tapi pihak-pihak terkaitpun harus terlibat aktif dan berkomitmen untuk melindungi migran kita.

Juventus menutup komentarnya dengan berharap agar kedepan B2PMI terus menerapkan sistem “jemput bola” atas seluruh proses penanganan dan perlindungan terhadap migran.*

 

Loading...

Artikel Terkait