Nasional

Bantu Putus Rantai Covid-19, TP PKK Kerahkan Kader Sosialiasikan Pemakaian Masker

Oleh : Rikard Djegadut - Selasa, 04/08/2020 16:45 WIB

Mendagri Tito Karnavian bersama Ketua TP PKK Tri Tito Karnavian dan Menteri DesaAbdul Halim Iskandar di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,

Jakarta, INDONEWS.ID - Ketua Umum Tim Penggerak Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian mengatakan dirinya  sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi karena telah mempercayakan TP PKK dan para kader PKK di seluruh Indonesia untuk ikut mensosialisasikan pemakaian masker. Ia menegaskan dalam pelaksanaannya nanti, para kader PKK akan melakukannya secara door to door.

Hal itu dikatakan Tri dalam acara konferensi pers yang dihadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Desa (Mendes) Abdul Halim Iskandar di kantor Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, pada Selasa, (4/8/2020).

"Tidak hanya membagikan masker, tapi juga mensosialisasikan bagaimana pemakaian masker yang benar dan apa gunanya masker tersebut, karena kita menyadari banyak sekali masyarakat yang memakai masker tetapi mereka tidak mengerti, tidak tahu apa sebenarnya gunanya masker tersebut," kata Tri Tito Karnavian.

Tri menambahkan, kegiatan ini akan dilakukan oleh jaringan PKK di seluruh Indonesia dimana Tim Penggerak PKK ini adalah salah satu unsur di pemerintahan provinsi, kabupaten atau kota hingga ke desa.

Kader PKK itu sendiri, lanjut Tri, sebetulnya sudah bergerak melakukan kegiatan ini. Karena kesehatan termasuk dalam program 10 Pokok Program PKK. Namun saat pandemik Covid-19,  kegiatan pembagian masker ini dikhususkan. Akan dilakukan secara masif  untuk memutus penularan Covid-19.

"Saya kira itu saja, terima kasih kepada bapak Menteri Desa beserta bapak Mendagri yang sudah mengikutsertakan kami melaksanakan kegiatan ini dan juga mendukung seluruh kegiatan kami,"katanya.

Di acara yang sama, Mendagri mengungkapkan bahwa dirinya mendapat arahan langsung dari  Presiden Jokowi untuk menggerakkan jaringan PKK sampai dengan ke bawah dalam rangka  mentaati protokol kesehatan. Gerakkannya akan dimulai dulu dari masalah masker.

"Kita target masalah masker ini. Nanti hari Senin, kami akan melakukan video conference pertama antara Bapak Mendes, saya selaku Mendagri. Saya sudah janjian juga dengan Pak Doni (Doni Monardo) Kepala Gugus Tugas ini nanti dengan seluruh kepala daerah dan juga Ketua Umum PKK Ibu Tri Tito karnavian," kata Mendagri Tito.

Sementara itu, Menteri Desa Abdul Halim Iskandar mengatakan, terkait dengan program Desa Tanggap Covid atau Desa Aman Covid-19,  sesuai dengan instruksi atau arahan Presiden, Kemendes juga akan melakukan gerakan masif melalui dana desa untuk pengadaan masker. Masker ini nanti produksinya dilakukan oleh Desa.

" Tetapi sosialisasi dan penyerahan masker dari rumah ke rumah dilakukan oleh ibu-ibu PKK di bawah koordinasi Ibu Ketua Umum TP PKK. Ini bagian dari upaya untuk  pelaksanaan protokol kesehatan yang pada intinya ada 4, yang pertama penggunaan masker. Yang kedua cuci tangan, yang ketiga jaga jarak. Yang keempat menghindari kerumunan," jelas Mendes.

Presiden menginstruksikan, lanjut Mendes menjelaskan, agar fokus tahap pertama kegiatan ini adalah pembagian masker.  Sehingga tadi sudah disepakati dan mulai hari Senin, pihaknya sudah melakukan sosialisasi secara masif ke desa-desa agar masker diproduksi sesuai dengan kapasitas warga miskin, pengangguran dan kelompok-kelompok marginal yang ada di desa.

Sementara untuk warga desa yang masuk kategori kelas menengah, kata Mendes, diminta untuk melakukan pengadaan sendiri. Bahkan kalau perlu bergotong royong, ikut membantu dalam pengadaan masker di samping pengadaan masker yang bersumber dari dana desa.

"Pada gilirannya nanti kalau bisa tiap warga desa itu punya masker lebih dari satu, bisa 2, bisa 3 yang nanti pelaksanaan penggunaan dilakukan pengawasan oleh aparatur desa oleh Babinkamtibmas, oleh Babinsa juga tentu atas dukungan dan sosialisasi dari ibu-ibu PKK karena memang ini sangat efektif betul menggunakan jaringan ibu-ibu PKK itu sebagaimana juga tadi saya laporkan kepada Ibu Ketua Umum TP PKK waktu saya di Jatim itu membangun kebijakan yang namanya Kopwan atau koperasi wanita dikelola oleh PKK, jauh lebih fisiable, jauh lebih akuntabel daripada sekian koperasi yang dikelola oleh bapak-bapak. Itu ah kelebihannya ibu-ibu," katanya.

Dalam sosialisasinya nanti, lanjut Abdul Halim,  pasti akan lebih intensif lagi. Sebab ini bagian  tindak lanjut dari perintah Presiden yang disampaikan kepada Mendagri dan Ibu Ketua Umum TP PKK. Kemendes akan mendukung penuh arahan Presiden.*(Rikardo)

Loading...

Artikel Terkait