Bisnis

PNM Catat Penyaluran Pembiyaan 12,55 Triliun hingga Agustus 2020

Oleh : Marsi Edon - Kamis, 24/09/2020 12:31 WIB

PT Permodalan Nasional Madani.(PNM) Persero. (Foto:Ilustrasi)

Jakarta, INDONEWS.ID - Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengatakan, pihaknya tetap menjaga kelangsungan bisnis persero selama pandemi Covid-19. Adanya wabah Covid-19, mendorong manajemen PNM mencari peluang dan berbagai alternatif untuk pertumbuhan usaha.

Menurut Arief Mulyadi , PNM telah mencatat penyaluran pembiayaan hingga berada di angka Rp 12,55 triliun sampai dengan bulan Agustus 2020 yang lalu. Angka ini memang sedikit turun turun 7,69% secara year on year (yoy) karena tantangan pandemi yang menyerang Indonesia sejak bulan Maret yang lalu.

"Pertumbuhan membaik karena geliat ekonomi di bawah. Kami juga tetap hati-hati dan selalu mengingatkan nasabah agar tetap menjaga protokol kesehatan," kata Arief Mulyadi seperti dilansir kontan.co.id, Jakarta, Minggu,(20/09/2020) yang lalu.

Ia menambahkan, meski ada pandemi Covid-19, nasabah PNM tetap meningkat hingga mencapai angka 28,31% yoy menjadi Rp 6,62 juta orang. Penambahan jumlah nasabah ini berasal dari program ULaMM dan Mekaar.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pandemi Covid-19 yang tengah berlangsung di Indonesia, menghadirkan tantangan baru bagi perkembangan dunia usaha termasuk PNM. Namun, ia menegaskan, keberlangsung seluruh program persero tetap mengedepankan prtokol kesehatan sesuai dengan himbauan pemerintah.

Selain itu, Arief Mulyadi menjelaskan, program ULaMM dan Mekaar terus memberikan kontribusi positif terhadap kelangsung bisnis persero. Adapun total outstanding perseroan dari kedua program ini mencapai Rp 17,47 triliun.

Menurutnya, angka ini terhitung meningkat 14,52% apabila dibandingkan dengan realisasi bulan Agustus 2019 yang berada di angka Rp 15,25 triliun.

Adapun rasio kredit macet berada di level 1,38%. Angka ini dinilai sukses karena tahun sebelumnya lebih besar yakni berada di angka 1,62%.

 

Loading...

Artikel Terkait