Nasional

Ikut Tradisi Ayahanda Seorang Pejuang, Rizal Ramli Apresiasi Sultan HB X

Oleh : very - Sabtu, 10/10/2020 10:37 WIB

Rizal Ramli dan Sri Sultan Hamengkubuwono X. (Foto: Konfrontasi.com)

Yogyakata, INDONEWS.ID --  Tokoh nasional Rizal Ramli mengapresiasi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang mendukung para buruh dan mahasiswa dalam melakukan demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, termasuk di Yogyakarta.

Namun, Sri Sultan meminta kaum buruh dan mahasiswa agar melakukan demonstrasi secara tertib dan damai.

“Sultan ikuti tradisi ayahanda Sultan HamengkuBuwono IX yang berjuang melawan Belanda dan bela Republik. Tahun lalu kita (RR dan Sultan) masih sempat ngopi & ngobrol lama di Istana Jokya.. Salam,`` ungkap Rizal Ramli melalui akun Twitternya, @RamliRizal yang diunggah pada Jumat (9/10). 

Menko Ekuin Presiden Gus Dur itu juga menghimbau dan mengingatkan agar  pemerintah tidak berwatak otoriter dan menggunakan kekerasan dalam menghadapi demo buruh dan mahasiswa.

``Ini pola neo-otoriter: create chaos, then blame students & mengorbankan activis yakni :  peristiwa Malari 1974, awal 1998, Mei 2019 (300 perusuh di depan KPU punya tato badan depan & belakang. Kalau mahasiswa hanya 1-3 tato, Islam ndak pake tato). Setelah rusuh, sebar narasi di media media  bahwa mereka mahasiswa & aktifis. Kuno euei,`` ungkap RR, sapaan Rizal Ramli.

Seperti diketahui, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sempat menyesalkan demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang atau UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Demonstrasi besar menolak UU Cipta Kerja itu berlangsung rusuh di sejumlah titik. Di Jogyakarta, kericuhan terjadi di pusat kawasan wisata Malioboro. Di tempat itu, mereka melakukan pengrusakan sejumlah sarana dan membuat puluhan orang terluka.

"Yogyakarta, dengan masyarakatnya tidak pernah punya itikad untuk membangun anarki," ujar Sultan HB X pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Sultan menegaskan jika karakter masyarakat yang ada di Yogyakarta jauh dari keinginan untuk berbuat sesuatu yang sifatnya merusak. Terlebih di tempat yang ditinggalinya sendiri. "Saya mengimbau dan berharap kepada warga, kelompok-kelompok masyarakat, bukan karakter kita untuk berbuat anarkis," ujarnya.

Karena itu, Sultan berjanji untuk memproses kasus tersebut secara hukum oleh aparat yang berwajib. (Very)

Loading...

Artikel Terkait