Daerah

Isu Covid-19 di Sintang Dibuat untuk Menciptakan Ketakutan Masayarakat

Oleh : Marsi Edon - Minggu, 18/10/2020 17:30 WIB

Ketua Pelaksana Reses Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Andy.(Foto:Istimewa)

Sintang, INDONEWS.ID - Reses Ketua Komisi V DPR RI Lasarus pada tanggal 10 Oktober di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang pekan lalu kini dipolitisasi menjadi klaster reses covid-19, yang kemudian menyebabkan disinformasi dan ketakutan di masyarakat.

Disebutkan dalam beberapa media online, bahwa penyebab naiknya angka covid-19 di Sintang berawal dari reses Lasarus. Menanggapi hal itu, Ketua Pelaksana Reses, Andy, melayangkan kecaman kepada oknum-oknum yang sengaja menciptakan disinformasi kasus covid-19 di Sintang.

"Saya selaku ketua tim kerja reses Pak Lasarus, mengecam keras isu-isu yang dibuat oleh oknum tertentu yang kemudian menciptakan keributan di tengah masyarakat," ungkap Andy kepada media, Minggu (18/10/2020)

Menurut Andy, isu hoax yang menyatakan adanya penambahan kasus yang signifikan berawal dari reses Lasarus adalah isu yang tidak benar.

Faktanya, lanjut Andy, angka covid 19 di Sintang sudah naik sebelum 10/10/2020. "Silakan cek di gugus tugas covid 19 dan Dinas Kesehatan kab Sintang, jadi jangan melempar fitnah di kegiatan reses pak Lasarus," ujar Andy.

Selain itu, Andy menilai, isu ini diciptakan dan diedar secara massif karena jelang momentum Pilkada untuk menciptakan kebencian masyarakat terhadap pasangan Yohanes Rumpak-syarifuddin.

"Saya menduga kasus covid-19 di Sintang sudah dipolitisasi secara massif agar menciptakan keributan dan membuat masyarakat saling curiga dan saling menuding yang ujung-ujungnya menyalahkan pasangan Yohanes Rumpak-syarifuddin," tegas Andy.

Parahnya lagi, lanjut Andi, ada yang terang-terangan menyebut di media, bahwa tanggal 11 hingga 16 Oktober ada penambahan kasus menjadi 62 orang dan diisukan ini dari klaster reses Anggota DPR RI Lasarus.

"Isu klaster reses yang naik drastis adalah suatu kebohongan dan pembodohan masyarakat. Karena yang mengedarkan isu itu secara massif di masyarakat adalah para oknum dan tim sukses yang berbeda pilihan politik," tambahnya.

Andi melanjutkan, bahwa ada berita klaster baru reses Lasarus di Merpak dan masih bayak lagi isinya yang bersifat fitnah, pihaknya tidak terima, sebab itu Ia akan meminta pertanggungjawaban penulis dan nara sumbernya.

"Pada saat reses , kami panitia tidak mengundang Yohanes Rumpak dan Syarifuddin. Karena kami sadar, hal ini akan dipolitisir oleh Paslon lain. Apalagi Pak Lasarus dari PDI Perjuangan maka kami yakin akan ada isu baru bahwa Pak Lasarus mengkampanyekan pasangan Mandau Mengkilat di reses kelam," ujar Andy.

Dari berita yang ditulis oleh beberapa media online, klaster baru covid-19 di Sintang bertambah karena massa yang hadir pada saat reses tidak mengindahkan prokes covid-19.

"Ada yang melakukan pembusukan kepada Pasangan Mandau Mengkilat kemudian mengedarkan isu hoax dan menakut-nakuti masyarakat terkait reses Pak Lasarus. Itu semua tidak benar dan nara sumbernya bukan orang Sintang yang sengaja menciptakan kegaduhan di masyarakat Sintang. Sebab itu, berita situasi di Merpak yang dibuat oleh Aju dan Tobias Ranggie, itu adalah sebuah kebohongan dan fitnah," terang Andy.

Sementara itu, Reses Ketua Komisi V Lasarus betul dibiayai negara, resmi, sehingga yang hadir pun boleh dari berbagai profesi.  

"Itulah sebabnya ada ASN, pimpinan ormas, dan organisasi seperti Walhi dan DAD termasuk Sekjen, MABN, dipebolehkan ikut dalam acara reses" katanya.

Menurut Andy, reses Lasarus adalah tentang RUU Perlindungan masyarakat adat yang kemudian disosialisasikan kepada konstituennya  tentang RUU tersebut. Sehingga tim kerja mengundang kalangan umum dan sifatnya terbuka.

"Tidak ada kampanye dari pak Lasarus, tidak ada umbul-umbul Paslon di sana, tidak ada mengundang salah satu paslon dan timsesnya, semua yang hadir sesuai jabatannya dimasyarakat dan mewakili daerahnya," tegas Bendahara Umum Pemuda Katolik Sintang tersebut.

Sementara itu, prokes covid bagi yang hadir tegas dan ketat diberlakukan panitia,

"Jadi menurut saya jelas, bahwa isu itu sengaja dibuat untuk memperlemah dan memperburuk citra Yohanes Rumpak- Syarifuddin begitu juga pak Lasarus sendiri jelang pilkada Sintang,"

Andi kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat Sintang untuk tidak membangun citra buruk terhadap sesama warga masyarakat Sintang.

"Jelang momentum Pilkada Sintang, pasti ada isu-isu hoax dan fitnah yang beredar di masyarakat, sehingga saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar kita lebih bijak dalam bermedsos dan utamakan persatuan dan kesatuan," tutupnya.*

Loading...

Artikel Terkait