Nasional

Bahas Sustainable Palm Oil, Dubes RI Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Raja Belgia

Oleh : luska - Kamis, 14/01/2021 07:20 WIB

Dubes RI Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Raja Belgia

Penulis: Dara Yusilawati

Sekretaris Pertama Pensosbud KBRI Brussel

 

Brussel, INDONEWS.ID – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Dr. Andi Hadi, S.H. LLM, menyerahkan Surat Kepercayaan (letters of credentials) kepada Raja Philippe Belgia pada Rabu, 13 Januari 2021, di Istana Raja di Brussel (Royal Palace of Brussels). Dilaksanakan dengan mengikuti aturan protokol Covid-19, penyerahan Surat Kepercayaan dari Presiden Joko
Widodo kepada Raja Belgia menjadi titik awal Dubes Andri Hadi bertugas secara penuh sebagai Dubes RI di Belgia.

Mengawali perbincangan dalam one-on-one meeting, Dubes RI menyampaikan salam hormat dari Presiden Presiden RI Joko Widodo kepada Raja Philippe yang sempat bertemu pada saat kunjungan Presiden RI ke Belgia tahun 2016. Pertemuan ini sangat
berkesan bagi Presiden Joko Widodo. Oleh karenanya, beliau mengundang Raja Philippe untuk mengunjungi Indonesia, jika kondisi pandemik telah membaik.

Raja Philippe menyampaikan rasa duka cita dan simpati Pemerintah dan rakyat Belgia atas musibah kecelakaan pesawat Sriwijaya yang terjadi Sabtu lalu. Raja Philippe juga menanyakan kondisi penanganan pandemi di Indonesia. Dubes Andri Hadi menjelaskan
bahwa black box telah ditemukan untuk diinvestigasi lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab kecelakaan. “Sebagai negara dengan penduduk lebih sekitar 270 juta, tentunya Indonesia menghadapi beberapa tantangan menangani pandemi Covid-19 ini.

Namun demikian, dengan adanya vaksin, diharapkan Indonesia akan dapat mengelola pandemi Covid-19 dengan lebih baik”, tegas Dubes RI. Ia juga menginfokan bahwa hari ini Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19 di Indonesia.

Perbincangan hangat antar Raja Philippe dan Dubes RI juga membahas beberapa isu bilateral. Raja Philippe menyampaikan rasa senangnya bahwa Indonesia dan Belgia akan merampungkan kerja sama counter terrorism. Hal ini mengingat pengalaman Indonesia yang dipandang baik khususnya untuk program deradikalisasi.

Dubes Andri Hadi percaya bahwa kerja sama ini akan membawa manfaat yang besar bagi kedua negara.

Palm oil juga menjadi bahasan yang menarik. Kepada Raja Philippe, Dubes RI menjelaskan bahwa palm oil Indonesia merupakan sustainable palm oil yang diregulasi secara ketat serta memiliki sertifikasi baik nasional (ISPO) maupun internasional (RSPO). “Palm oil justeru merupakan satu-satunya vegetable oil yang memiliki proses sertifikasi. Semua palm oil Indonesia yang diekspor ke Eropa adalah palm oil yang berkelanjutan”, jelas Dubes Andri kepada Raja Belgia. Raja Philippe dan Dubes Andri

Hadi sepakat akan perlunya penyelesaian segera negosiasi Indonesia - European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (l-EU CEPA) agar dapat mengoptimalkan potensi yang besar dari kedua negara.

Dalam pertemuan berdurasi sekitar 30 menit tersebut, Dubes Andri Hadi memberikan buku menarik mengenai sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia berjudul ‘Revolusi’ yang ditulis oleh sejarawan yang juga arkeolog terkemuka di Belgia, David Van
Reybrouck. Pemberian buku ini mendapat apresiasi dari Raja Philippe.

Hubungan bilateral Indonesia dan Belgia dimulai sejak tahun 1949 dan berjalan baik hingga saat ini. Total perdagangan Belgia dan Indonesia tahun 2019 mencapai USD 1.7 milyar sedangkan untuk Januari-Oktober 2020 mencapai USD 1.4 milyar, dengan surplus untuk Indonesia. Komoditas ekspor Indonesia ke Belgia antara lain: alas kaki,  apparel, furniture, tembakau, kopi, teh, rempah, produk kulit, kayu dan produk kayu.

Nilai investasi Belgia di Indonesia selama 5 tahun terakhir tercatat sebesar USD 610,89 juta. Sedikitnya terdapat 870 perusahaan yang melakukan aktivitas bisnis dan perdagangan dengan Indonesia, antara lain Tribu NV, Ethnicraft, Vincent Sheppard, Socfin, Tereos
Fks, SIOEN dan Lavatextiles. Sebagai payung penguatan kerja sama bilateral, Indonesia dan Belgia telah menyepakati untuk membentuk mekanisme konsultasi bilateral yang disebut Bilateral Consultation, yang saat ini telah memasuki tahap penandatangan oleh kedua belah pihak.

Dubes Andri Hadi tiba di Belgia tanggal 11 November 2020. Selain bertugas sebagai Dubes RI untuk Belgia, Dubes Andri Hadi juga diberi kepercayaan sebagai Duta Besar RI untuk Keharyapatihan Luksemburg, Uni Eropa dan World Customs Organization. Pada
acara penyerahan Surat-surat Kepercayaan ini, Dubes RI didampingi oleh DCM KBRI Brussel, Sulaiman Syarif dan Korfung Protkons KBRI Brussel, Catur Hadianto.

Loading...

Artikel Terkait