Bisnis

Prioritas Kebijakan di Masa Krisis, Rizal Ramli: Kuncinya Pompa Dulu Permintaan Masyarakat

Oleh : very - Kamis, 14/01/2021 19:56 WIB

Rizal Ramli, ekonom senior. (Foto: ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID – Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli mengatakan bahwa kebijakan ekonomi yang dibuat pemerintah saat ini tidak akan efektif. Dia mengatakan, nyaris kebijakan ekonomi tersebut tidak berdampak bagi golongan ekonomi kelas menengah ke bawah.

"Kalau dengar sih kelihatan manis tapi saya selalu melihat apa yang terjadi di lapangan terutama golongan menengah bawah. (Pandemi Corona) kan sudah sejak Maret, nyaris tidak ada kebijakan yang betul-betul dirasakan manfaatnya oleh golongan menengah bawah," ujar ekonom senior Rizal Ramli di Jakarta.

Ia mencontohkan terkait kebijakan stimulus. Paket stimulus yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan atau korporasi besar padahal saat ini rata-rata kapasitas produksi hanya 40%.

"(Perusahaan) dikasih stimulus memang mau naikan produksi? Rugi dia karena tidak ada permintaan. Membantu yang besar-besar hari ini dengan stimulus tidak ada dampaknya. Buntutnya (stimulus mereka) gunakan membeli emas, dipakai untuk spekulasi mata uang atau membeli aset-aset (tanah dan bangunan) yang saat ini harganya sudah rendah," ujar Rizal Ramli.

Rizal menyarankan dua strategi yang perlu dijalankan pemerintah Jokowi. Pertama menciptakan permintaan. Dalam situasi krisis, katanya, prioritas kebijakan harus menyasar rakyat golongan menengah ke bawah.

"Kuncinya permintaan dulu dipompa, terutama (permintaan) dari golongan menengah ke bawah. Karena kalau ada uang mereka pasti belanjakan karena marginal propensity to consume-nya 99%. Kalau ini yang dilakukan baru ada permintaan, ada demand," tutur Rizal.

Kemudian fokus pada sektor pangan. Sektor pertanian, katanya, mempunyai nilai ekonomi yang dapat membuat Indonesia bertahan dari krisis, termasuk krisis yang ditimbulkan oleh pandemi Corona.

"Dari dulu yang positif kan pertanian. Kami sudah sampaikan dalam kondisi krisis seperti ini pertanian bisa jadi dewa penyelamat. Oleh karena itu kita harus genjot pertanian. Selain karena risiko Coronanya juga sedikit, kalau pangan bagus rakyat pikirannya tenang," kata Rizal Ramli.

Mantan Menko Kemaritiman itu menyebut bahwa tim ekonomi pemerintah pada Agustus 2020 lalu menyebut bahwa ekonomi Indonesia belum masuk tahap resesi meski produk domestik bruto (PDB) atau pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32%. Padahal, katanya, rakyat menengah ke bawah sudah mulai mengalami resesi.

"Dalam bahasa sederhana, kalau rakyat menengah ke bawah kebanyakan sudah resesi dari beberapa bulan yang lalu. Resesi sudah terjadi dan akan terjadi. Yang belum resesi hanya pejabat saja," ujar Rizal Ramli.

Rizal misalnya menyinggung soal rendahnya daya beli masyarakat. Ia juga menyinggung rendahnya pertumbuhan kredit pada kuartal I-2020 yang hanya 4% padahal jika ekonomi mau tumbuh 6% pertumbuhan kredit harus 15-16%.

RR, sapaan Rizal Ramli, mengatakan kemerosotan ekonomi yang terjadi saat ini gejalanya sudah dia ungkapkan pada 1,5 tahun lalu. Namun tim ekonomi pemerintah selalu saja membantahnya. "Tapi seperti biasa dibantah-bantah oleh tim ekonomi pemerintah dengan angka-angka yang tidak benar. Dan nyatanya sekarang terjadi," katanya.

Rizal menyebut kemerosotan ekonomi kian dalam ditambah Covid-19 atau Corona. Ia memperkirakan kedepan ekonomi akan tambah merosot terutama karena belum ada tanda-tanda Corona akan melandai. (Very)

Loading...

Artikel Terkait