Gaya Hidup

Panggilan Jelajah Semesta dari Album Pertama Soleluna

Oleh : luska - Minggu, 28/03/2021 12:37 WIB

Jakarta, INDONEWS.ID - Soleluna adalah duo akustik-elektronik Makassar yang terdiri dari Randy Rajavi dan Iqbal Abdi. Mereka memainkan musik yang banyak disebut orang sebagai post-rock, yang juga bisa disebut dream pop. Kedua-duanya tidak salah, tergantung suasana hati. 

Ketika Taufiq Rahman dari indie label Elevation Records berjumpa pertama kali dengan Randy dan Iqbal di sebuah festival untuk anak muda di Makassar, Sulawesi Selatan tahun 2017, sebelum bermain musik, duo ini melakukan presentasi dengan bantuan power point. Mereka bercerita panjang lebar soal musik post-rock dan ambient sound. Tapi yang paling mengesankan adalah bahwa mereka memulai presentasi dengan menayangkan foto Brian Eno. Ok, ini deal maker-nya. Yang lebih berkesan tentu saja adalah  pementasan permainan gitar akustik Randy yang begitu organik di tengah derau dan degup beat elektronik milik Iqbal.  

Sehabis pertunjukan itu Taufiq dan berbicara sejenak dengan Soleluna dan meminta mereka merekam musik untuk sebuah rekaman panjang, album, LP, EP atau apa pun namanya. 

Hari berganti bulan, bulan berganti tahun sampai sekitar pertengahan tahun 2018, Taufiq menerima sebuah CD rekaman pribadi. Ada tiga lagu di dalamnya. Ketika diputar, lagu pertama dimulai dengan derau panjang sebelum muncul sebuah monolog dari astrofisikawan Carl Sagan, dengan bariton khasnya bercerita tentang sejarah umat manusia yang terus digerakkan oleh gairah insani untuk berjelajah, dari padang sabana dan steppa menuju luar angkasa dan segala misteri di baliknya. 

Ketika monolog selesai, yang tersaji adalah komposisi tanpa kata: dentang piano, dentang gitar akustik dan sayatan violin sebelum mencapai finale penuh crescendo di mana Randy bermain solo gitar dengan overdub tiga lapis. Sebuah komposisi yang tidak mudah dilupakan. Jika ada satu kekurangan, hanya soal teknis saja, hasil rekaman itu punya low frequency yang terlalu dalam. 

Itu terakhir kali Taufiq berbicara dengan Soleluna. Hampir dua tahun kemudian tidak ada kabar lagi. Sampai awal Maret ini ketika Solelula memberi kabar bahwa album lima lagu yang diberi judul “Jelajah”, sama dengan judul lagu pertama dengan monolog Carl Sagan itu, akhirnya selesai. Selain “Jelajah” ada empat komposisi panjang yang magis dan menghanyutkan, efek yang biasa didapatkan jika Anda mendengarkan musik Mogwai, Brian Eno, New Order dan bahkan Volcano Choir. 

Sambil membahas detail perilisan album ini, Elevation Records dan Soleluna justru banyak berbicara soal ‘Oumuamua, penjelajahan luar angkasa, film Stanley Kubrick “2001: Space Odyssey,” bertukar buku Carl Sagan dan Avi Loeb sampai terobosan penelitian arkeologi yang terjadi dengan penemuan lukisan gua paling tua di dunia di Leang Tedongnge, dekat Makassar, yang menjadi sampul belakang album ini. 

Semua hal itu menjadi benang merah yang menyatukan ide dan musik di album yang selesai setelah lebih dari empat tahun ini. 
“Kami sangat bangga bisa merilis album ini dan memberikan sedikit penghiburan dan bahan renungan di masa yang penuh ketidakpastian ini,”jelas Taufiq dari Elevation Records.

Versi CD dan kaset album ini akan beredar tanggal 4 April 2021, berbarengan dengan versi streaming di beberapa platform online. Ada juga merchandise yang akan beredar bersamaan dengan perilisan album tersebut.

Single pertama album ini, “Jelajah” bisa dinikmati dari tautan berikut https://soleluna1.bandcamp.com/track/jelajah. Disarankan untuk menggunakan headphone ketika mendengarkannya. (Harlan Boer)

Loading...

Artikel Terkait