Nasional

Hakim Tangguhkan Penahanan Jumhur Hidayat, Rizal Ramli Kirim Karangan Bunga

Oleh : very - Jum'at, 07/05/2021 19:05 WIB

Karangan bunga yang dikirim oleh Dr Rizal Ramli untuk Jumhur Hidayat. (Foto: Ist)

Jakara, INDONEWS.ID -- Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan oleh terdakwa kasus ujaran kebencian, Jumhur Hidayat. Aktivis tersebut resmi dikeluarkan dari tahanan pada Kamis (6/5), kemarin.

"Benar, sudah ditangguhkan oleh hakim," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Sri Odit Megonondo seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Terpisah, pengacara Jumhur, Oky Wiratama mengatakan bahwa kliennya tidak lagi menjalani penahanan usai permohonan penangguhannya dikabulkan hakim pada Kamis siang.

Dia menerangkan bahwa Jumhur akan kembali disidangkan pada Senin (10/5) mendatang dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan yang dihadirkan oleh kuasa hukum.

"Per hari ini (Kamis), Jumhur dikeluarkan dari tahanan. Agenda (pekan) saksi fakta yang meringankan dari kuasa hukum," ujarnya.

Sesama rekan perjuangan, yang juga tokoh pergerakan Rizal Ramli langsung mengirim karangan bunga ucapan selamat atas penangguhan Jumhur Hidayat tersebut.

Mantan Menko Kemaritiman itu mengucapkan terima kasih kepada para hakim yang telah menangguhkan penahanan Aktivis mahasiswa 1978 tersebut.

“Terima kasih untuk hakim-hakin untuk penangguhan penahanan Jumhur Hidayat. Dr. Rizal Ramli,” tulis mantan Menko Perekonomian dalam karangan bunga tersebut.

Sebagai informasi, Andi Arief merupakan salah satu dari 20 penjamin Jumhur dalam permohonan penangguhan yang diajukan.

"Selamat berkumpul bersama keluarga bro Jumhur Hidayat. Penangguhan penahanan dikabulkan hakim. Seharusnya mereka yang ditahan karena alasan politik dibebaskan, minimal ditangguhkan. Saya berdoa HRS juga ditangguhkan seperti Jumhur," tulis Andi.

Dalam permohonan tersebut, petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu dijamin oleh mantan Ketua MK, Jimly Asshidiqie, mantan hakim konstitusi, Hamdan Zoelva; ekonom Rizal Ramli; pakar hukum tata negara, Refly Harun.

Kemudian, Ferry Joko Yuliantono, Akhmad Syarbini, Andi Arief, Ahmad Yani, Adhie M. Marsadi, Ariacy Achmad, Abdul Rasyid, Paskah Irianto Bambang Inti Nugroho, Harlans Muharraman Fachra, Rizal Darman Putra, Arsianty Purwantini.

Lalu, Rachlan S. Nasihidik, Radhar Tri Darsono, Wahyono hingga Andrianto.

Jumhur merupakan terdakwa yang ditangkap usai gelombang aksi menolak Omnibus Law pada Oktober 2020 lalu.

Dia didakwa telah menyebarkan berita bohong dan membuat onar lewat cuitannya terkait Omnibus Law Cipta Kerja pada 7 Oktober 2020. Jumhur menyebut, Omnibus adalah UU buat investor primitif dan pengusaha rakus. (Very)

 

Loading...

Artikel Terkait