Bisnis

Kisah Inspiratif Ibu Umi, Perjuangan Orangtua Tunggal di Tengah Kerasnya Hidup

Oleh : Rikard Djegadut - Sabtu, 29/05/2021 10:15 WIB

Ibu Umi Kalsum saat ditemui AO PNM di rumahnya (Foto: Dok. PNM)

Jakarta, INDONEWS.ID - Ibu Umi Kalsum, atau akrab dipanggil Ibu Umi, adalah seorang istri yang berjuang menjadi orang tua tunggal bersama dengan anak tunggalnya. 15 tahun yang lalu, suami dari Ibu Umi meninggalkan rumah dan tidak kunjung kembali.

Tidak hanya itu, suami dari Ibu Umi meninggalkan hutang yang tidak sedikit ke bank. Meskipun sangat berat, Ibu Umi tetap berusaha sebaik mungkin dalam mendidik, merawat dan berperan menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak tunggalnya dan mencoba untuk melunasi hutang suaminya sendirian.

Ibu Umi berusaha untuk menghidupi anaknya dan menyicil hutang suaminya dengan membuat dan menjual tas handmade. Menurutnya, tas buatan tangan adalah bisnis yang menjanjikan, karena tampilannya yang unik dan menarik. Beberapa tas pun menggunakan bahan yang tidak biasa, juga tidak sedikit orang yang beralih dari tas bermerek ke tas handmade yang ramah budget.

Ibu Umi memulai bisnisnya dengan mengikuti pelatihan tas seserahan pernikahan di sebuah SMA di Probolinggo. Karena kegigihan Ibu Umi, seiring berjalannya waktu tas-tas buatan tangan Ibu Umi mulai dikenal dan dijual di pameran seni di Probolinggo. Ibu Umi meraup keuntungan yang besar setiap harinya.

Namun, pasang surut dunia bisnis mulai dirasakan Ibu Umi ketika pandemi menyerang. Pesanan tas seserahan pernikahan berkurang karena jumlah pasangan yang menikah menurun drastis selama pandemi Covid-19 karena penerapan pembatasan dalam pelaksanaan kegiatan di area publik.

Sementara itu disaat masa sulit ini, Ibu Umi harus tetap menghidupi anaknya, dirinya dan menyicil hutang suaminya. Ibu Umi pun berinisiatif untuk bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar dan mengambil pinjaman.

Ibu Umi tidak kehabisan akal dan semangat. Dimulai dari modal usaha dari PNM Mekaar, Ibu Umi membuat dan menjual masker kain menggunakan bahan-bahan yang ia biasa pakai untuk membuat tas. Masker kain yang dikelola oleh Ibu Umi membuahkan hasil yang cukup besar.

Meskipun permintaan masih didominasi dari kalangan individu, namun beberapa ada juga yang beli dalam jumlah besar. Sampai akhirnya, Ibu Umi bisa melunaskan hutang suaminya.

“Alhamdulillah, saya bisa melewati semuanya. Saya mampu membuktikan saya dapat menjadi sosok orang tua tunggal yang bahagia dan bisa berdiri di atas kaki sendiri. Menjadi orang tua tunggal tidak selalu sedih dan merana, justru setiap pencapaian walaupun kecil terasa sangat berarti karena saya kerjakan sendirian,” ucap Ibu Umi.

 

Loading...

Artikel Terkait