Nasional

Pemindahan Ibu Kota, Rizal Ramli: Kita Butuh Presiden Baru, Bukan Ibu Kota Baru

Oleh : very - Kamis, 10/06/2021 11:52 WIB

Ekonom Senior Dr Rizal Ramli. (Foto: Ist)

 

Jakarta, INDONEWS.ID -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana segera memindahkan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Rencana pemindahan itu dilakukan agar pembangunan menjadi lebih merata, Indonesia-sentris, dan juga menimbang daya dukung Jakarta yang semakin berat.

Karena itu, Jakarta hanya menjadi pusat bisnis, sementara Kalimantan Timur akan menjadi pusat pemerintahan.

Namun, rencana Jokowi memindahkan ibu kota itu tak lepas dari kritikan. Salah satunya dari mantan Menteri Koordinator Perekonomian Rizal Ramli.

Tokoh Pergerakan itu mengatakan bahwa saat ini rakyat Indonesia lebih butuh presiden baru dari pada ibu kota baru.

Ekonom senior yang sempat menjadi salah satu tim ahli calon presiden Prabowo Subianto itu pernah mengatakan bahwa yang lebih dibutuhkan masyarakat saat ini adalah presiden baru.

"Rakyat hari ini tidak perlu ibu kota baru, tapi butuh presiden baru," ungkap Rizal usai mengikuti peringatan May Day 2019 di Jakarta, Rabu (1/5/2019) seperti dikutip Detikcom.

Sementara itu, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara meminta pemerintah mempertimbangkan kembali rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan.

Dia menilai hal itu belum mendesak dilakukan karena krisis kesehatan dan ekonomi akibat pandemi virus corona atau covid-19 yang belum bisa dipastikan kapan akan berakhir.

Menurut Bhima, pemerintah harus belajar ke Malaysia yang sempat mengalami kesulitan keuangan saat memindahkan ibu kota dari Kualalumpur ke Putrajaya saat krisis moneter 1998.

Karena itu, kata Bhima, perlu kalkulasi ulang rencana dan biaya termasuk ketika pemerintah percaya diri bisa menarik investasi asing ke proyek ibu kota baru. "Risikonya besar sekali untuk investasi di saat krisis, kalau secara rasional belum pas timingnya bagi investor untuk masuk ke proyek mercusuar," katanya seperti dikutip Tempo.co.

Fadli Zon menilai, rencana pemindahan ibu kota hanya wacana isapan jempol untuk pengalihan isu. Menurutnya, isu pemindahan ibu kota pernah digulirkan namun kemudian reda.

"Itu saya kira wacana isapan jempol saja untuk mengalihkan isu ya. Dulu juga begitu empat tahun, lima tahun yang lalu. Nanti juga reda sendiri," kata Fadli.

Fadli mengatakan, pemindahan ibu kota tak kunjung terwujud. Fadli mengatakan, jika pemerintah berniat mewujudkannya maka harus mempersiapkannya secara matang. "Sudahlah, ini omong kosong,” pungkasnya. (Very)

Loading...

Artikel Terkait