Nasional

IPDN dan BNSP Gelar Sertifikat Kompetensi

Oleh : luska - Senin, 30/08/2021 12:02 WIB


Jakarta, INDONEWS.ID - IPDN bekerjasama BNSP melaksanakan uji kompetensi bagi 30 perwakilan dosen untuk memperoleh tiga sertifikat kompetensi dari BNSP. Ketiga bidang kompetensi itu meliputi pertama, metodologi pelatihan - Perencanaan penyajian materi pelatihan. Kedua, bidang Human Resources /SDM - Penerapan budaya organisasi. Ketiga, bidang Human Resources /SDM - Pengukuran tingkat  produktivitas.

30 peserta dari IPDN dibagi menjadi 3 kelompok yang dimulai dengan pengujian perencanaan penyajian materi, penerapan budaya dan pengukuran produktivitas. Sesuai dokumen isian awal, peserta diminta untuk menjelaskan bisnis proses ketiga bidang masing-masing dilingkungan IPDN.

Budaya organisasi disusun dengan menginventarisasi semua nilai dilingkungan IPDN seperti nilai-nilai pamongpraja, astha brata, hasta budi bhakti, serta nilai revmen. Keseluruhan nilai itu diabstraksi menjadi nilai utama seperti integritas, loyalitas dan kerjasama. Ketiga nilai tersebut dikembangkan lagi menjadi _core value_ kewargaan, tanggungjawab, penghormatan, kemandirian, kreativitas, dan kerjasama.

Sedangkan penyusunan profile dan kurikulum sebagai bagian dari perencanaan penyajian disesuaikan dengan kebutuhan internal dan eksternal. Dokumen disusun dengan mempertimbangkan _knowledge vision_ (keilmuan pemerintahan), _market signal_ (kebutuhan user dilapangan birokrasi), _need assesment_ (penilaian kebutuhan), serta _local wisdom_ (karakteristik kepamongprajaan). 

Pengukuran tingkat produktivitas dilakukan melalui tiga tahapan pokok yaitu penyusunan data/informasi, penentuan metodologi, dan pengukuran. Dalam konteks IPDN dilakukan melalui penyusunan kurikulum, RPS, Silabus, maupun session plan. Metodologi pengukuran melalui berbagai _pre test & post test._ Pengukuran sendiri dilakukan baik melalui frekuensi tatap muka pengajaran dan pelatihan, jumlah tulisan di jurnal nasional/international, penelitian, pengabdian masyarakat, evaluasi akhir mengajar, penghargaan dan lain sebagainya.

Selain itu standar rekrutmen sumber daya dilakukan secara berbeda pada tenaga pendidik yg terdiri dari dosen, pelatih dan pengasuh. Untuk dosen dilakukan melalui mekanisme _top down_ dan _bottom up._ Untuk pelatih melalui proses uji sertifikasi khusus sesuai bidang yg dibutuhkan. Sedangkan untuk pengasuh melalui rekutmen lulusan terbaik yg kemudian dimagangkan.

Secara umum, wawancara _focus group discuss_ diwakili oleh Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan (Dr. Halilul Khairi) dan Kepala Lembaga Riset IPDN (Dr. Yudi). Acara yang dibuka oleh Rektor IPDN, Dr. Hadi Prabowo dan Direktur Pasca Sarjana (Prof. Wirman Syafrie) berlangsung selama satu hari dan dihadiri oleh semua peserta dan assesor yaitu, Drs. Andi Mujahidin, M.Ikom, QIA, CCNA 
(Ketua LSP MSDM Unggul Persada), Fitri Firmansyah, S.S, MM, (Ketua LSP Fasilitator, Instruktur dan Tenaga Pelatihan), serta Rahayu Wibowo S.E., M. Ak (Manajer  Sertifikasi LSP Fasilitator, Instruktur dan Tenaga Pelatihan).

Dengan berakhirnya uji kompetensi tersebut, diharapkan IPDN akan semakin profesional dalam mengembangkan pendidikan dengan kekhususannya dibidang pengajaran, pelatihan dan pengasuhan.

TAGS : Ipdn

Artikel Lainnya