Nasional

Kronologi 2 Anggota Dewan di Jambi Nyaris Baku Hantam saat Sidang Paripurna

Oleh : Rikard Djegadut - Senin, 13/09/2021 19:58 WIB

Dua anggota dewan Jambi nyaris baku hantam saat sidang paripurna (Foto: Erwin Majam/Indonews.id)

Jambi, INDONEWS.ID - Saat Paripurna penyampaian KUPA dan PPAS Perubahan APBD Provinsi Jambi Tahun 2021 oleh Gubernur Jambi. Rapat Paripurna yang dihadiri oleh 29 orang Anggota Dewan tersebut, nyaris terjadi baku hantam.

Meski pada awalnya berjalan dengan tertib, tampak para Anggota DPRD mendengar penyampaian nota pengantar oleh Gubernur Jambi, Al Haris.

Yang mana, nota penyampaian tersebut memaparkan penyampaian KUPA dan PPAS Perubahan APBD Tahun 2021, Senin (13/09/2021).

Tak terkecuali, saat Paripurna tersebut juga, Gubernur Jambi membahas soal penyertaan modal bagi Bank Jambi sebesar 40 Milliar.

Usai penyampaian tersebut, tampak Fauzi Anshori Fraksi Demokrat menyampaikan interupsi, guna mempertanyakan lebih lanjut soal penyertaan modal tersebut.

Bilangnya, hal tersebut perlu dibarengi dengan payung hukum, agar menjadi pembahasan pada paripurna selanjutnya.

"Kami ingin kejelasan, ketika kita melakukan penyertaan modal, maka kerangka regulasinya harus jelas dulu. Mohon ditegaskan pada forum ini, untuk Ranperda penyertaan modal dipending dulu," ungkap Fauzi Anshori saat menyampaikan interupsi.

Tak lama kemudian, Ketua DPRD Provinsi Jambi yang dalam hal ini memandu berjalannya Paripurna, memberi waktu pada Gubernur Jambi untuk menanggapi.

Saat beri tanggapan, Gubernur Jambi, Alharis menyampaikan, pembahasan tersebut agar dilanjutkan pada Rapat Paripurna selanjutnya. Yang mana, bilangnya, sembari menunggu kordinasi ataupun pertemuan oleh Bank Jambi guna membahas penyertaan modal tersebut.

"Nah, kita menunggu Bank Jambi seharusnya. Bank Jambi melapor dengan Gubernur, bahwa pernah dibahas menjadi rancangan Perda. Sampai saat ini, kita menunggu itu sampai saat ini belum ada," jelas Gubernur Jambi, Alharis.

Hampir Baku Hantam

Selanjutnya, hal tersebut ditanggapi oleh Fauzi Anshori. Yang mana, Ia meminta kepada Pemprov untuk memprioritaskan pembahasan anggaran penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Di tengah Pandemi ini, kita membutuhkan banyak anggaran yang harus diprioritaskan," tegas Fauzi.

Tak lama kemudian, dari sudut kiri meja pimpinan rapat, tampak interupsi dilontarkan oleh Kamaludin Havis dari Fraksi PPP-Berkarya.

Bilangnya, pendalaman pentertaan modal pada Bank Jambi, agar dilanjutkan pada Komisi dan Badan Anggaran.

"Pimpinan, disini paripurna secara resmi. Pendalaman, apapun bentuknya dibahas di komisi-komisi dan badan anggaran. Jangan dibuka disini, begitu pak. Karena, semua punya harga diri dan marwah. Minta dibahas tertutup, di komisi. Jangan cari panggunglah disini, terimakasih," tukas Havis.

Terakhir, usai pemaparan tersebut. Tak lama kemudian, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edit Purwanto menutup persidangan. Yang mana, agar dilanjutkan pada pertemuan selanjutnya.

Di sela-sela perjalanan menuju luar ruangan, tampak Fauzi Anshori dan Kamaludin Havis kembali memanas.

Bahkan, jika tak dilerai oleh anggota dewan lainnya, maka baku hantam kedua dewan tersebut tak dapat dihindarkan.

"Sesak dado aku dengarnyo," keluh Fauzi.

Tak lama, tampak Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto memanggil kedua dewan tersebut guna menyelesaikan dinamika persidangan yang berujung nyaris aju jotos tersebut. (Tr01)

Loading...

Artikel Terkait