Bisnis

Soal Harga Minyak Goreng Naik, Rizal Ramli: Bila Kebijakan Pemerintah sesuai Konstitusi Pasti Harga Akan Turun

Oleh : very - Rabu, 12/01/2022 14:40 WIB

Ekonom Senior Rizal Ramli. (Foto: Ist)

Jakarta, INDONEWS.ID --- Ekonom senior Dr Rizal Ramli menilai ekonomi Indonesia di masa pandemi ini semakin terpuruk.

"Ekonomi Indonesia hari ini jauh sebelum COVID-19 memang sudah anjlok, karena pengelolaan makro ekonominya sangat konservatif. Dengan adanya COVID-19, anjloknya lebih dalam lagi," kata Rizal Ramli, saat memberi sambutan di acara Halaqah Satu Abad NU, yang disiarkan di YouTube PKB, Kamis (2/12/2021).

Mantan Menko Kemaritiman itu mengatakan, contohnya saat ini terjadi kenaikan harga komoditas kelapa sawit yang diikuti oleh kenaikan harga minyak goreng.

Mantan Kepala Bulog itu mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir, harga beberapa sektor komoditas melonjak tinggi, seperti batubara dan sawit. Namun naiknya harga sawit tersebut diikuti dengan naiknya harga minyak goreng di dalam negeri.

Rizal Ramli kemudian menceritakan upaya yang dilakukan saat dirinya menjabat Menko Perekonomian di era Presiden Gus Dur dalam menurunkan harga minyak goreng. Saat itu, Rizal Ramli memanggil Luhut, yang saat  menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan.

"Cuma, harga sawit naik, harga minyak goreng naik Pak Muhaimin (Ketum PKB). Nah kami ingat waktu pemerintah Gus Dur, harga sawit naik 2 kalinya, harga minyak goreng juga naik tinggi sekali lebih dari 100 persen. Saya panggil waktu itu masih anak buah saya, namanya Jenderal Luhut Pandjaitan, Menteri Perindustrian dan Perdagangan," kata Rizal seperti dikutip news.detik.com/.


"Saya bilang, `Bang, ini daftar raja sawit, swasta, ini sawit BUMN. Panggil mereka semua, kumpulkan, kasih tahu, satu, kalian jangan greedy jangan rakus kebangetan, karena harga sawit di luar udah untung, kalian mau genjot juga di dalam negeri, pasokan dikurangin,`" imbuhnya.

Lalu Rizal Ramli mengingatkan agar pengusaha saat itu tidak melupakan kredit BI yang memberikan bunga rendah, yaitu 2 persen. Rizal Ramli juga meminta Luhut segera memeriksa pajak pengusaha minyak goreng yang menaikkan harga tinggi.

"Kalau dalam waktu satu bulan harga minyak goreng di dalam negeri nggak turun seperti awal saya akan periksa pajaknya dan kalau saya ketemu nggak ada ampun. Jenderal Luhut Pandjaitan bilang, `Siap, aku ini paling suka ngegencet orang,`" kata Rizal.

"Kumpulan pengusaha sawit, dia cerita ada pesan ini dari Pak Menko, kalau nanti bapak-bapak diperiksa pajaknya ketemu bapak lobi saya, saya lobi Pak Menko nggak bakal ada hasilnya. Apa yang terjadi? Harga minyak goreng turun," ujar Rizal Ramli.

Hal tersebut, menurut Rizal, apabila kebijakan pemerintah sesuai dengan amanat konstitusi maka pasti harga akan turun. Ia menilai, jika kebijakan berpihak pada rakyat, maka harga bahan pokok masyarakat akan turun.

"Itulah contoh daripada konstitusi kita, kalau menyangkut hak hajat hidup orang banyak. Pemerintah keberpihakannya mesti jelas tapi kalau harga mobil naik, harga barang elektronik naik nggak usah," ujar Rizal. ***

Loading...

Artikel Terkait