Nasional

Naik Lisung Padjajaran, Rizal Ramli Dianugerahi Gelar Adat Sunda

Oleh : very - Kamis, 07/07/2022 19:26 WIB

Rizal Ramli diberi gelar adat Sunda. (Foto: iNewsSurabaya.id)

Sukabumi, INDONEWS.ID - Tokoh nasional Dr Rizal Ramli kembali mendapat gelar adat dari pemangku adat. Gelar adat ini disematkan pada Selasa (5/7/2022).

Acara tersebut berlangsung di Kampung Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Sukabumi, Jawa Barat. Dalam acara ini, ekonom senior ini menerima gelar adat Sunda yaitu “Rama Praditya”, melalui prosesi “Naik Lisung Padjajaran”.

Gelar Rama Praditya mengandung arti “Tokoh yang Pintar dan Bijaksana”. 

Seperti disampaikan oleh pimpinan Museum Prabu Siliwangi, KH Raden Adipati Muhammad Fajar Laksana, seperti dikutip iNewsSurabaya.id, gelar ini memiliki makna yaitu Rizal Ramli merupakan tokoh yang menaruh kepedulian kepada wong cilik dan pandai memberikan solusi terhadap setiap masalah yang muncul, terutama dalam terkait persoalan ekonomi.

Dalam ritual adat ini Rizal Ramli duduk di atas lisung (lesung) kemudian ditandu untuk memasuki Museum Siliwangi, sambil diiringi musik dan berbagai atraksi tradisional khas Sunda.

Sebelumnya KH Raden Adipati Muhammad Fajar Laksana juga menyematkan ikat kepala hitam khas Sunda kepada mantan Menko Perekonomian itu.

Ikat kepala ini, menurut KH Raden Adipati Muhammad Fajar Laksana, mengadung makna filosofis dan simbolik, yaitu sebagai simbol untuk mengekang hal-hal yang tidak baik di dalam pikiran manusia.

Museum Siliwangi yang terletak di dalam komplek Pesantren Modern Dzikir Al-Fath menyimpan benda-benda pusaka. Sedangkan lisung atau lesung adalah wadah untuk menumbuk padi yang berbentuk memanjang yang terbuat dari kayu. 

Lesung antara lain merupakan simbol kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Sunda.

Ritual penyematan gelar adat ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh Rizal Ramli untuk para santri dan santriwati pesantren.

Narasumber yang hadir antara lain adalah Rektor International Woman University Prof Dr Uni Narimawati, Guru Besar Universitas Utara Malaysia Prof Dr Mohammad Sobri Minai dan tokoh lainya.

Dalam kuliah umum tersebut, mantan Menko Kemaritiman ini mendapatkan sambutan antusias.

Ia mengatakan bahwa persoalan-persoalan yang sedang melanda bangsa ini harus dicarikan solusinya oleh pemerintah. Namun, katanya, rezim saat ini tidak berdaya dalam mengatasi kebangkrutan ekonomi nasional yang sedang terjadi. 

Di dalam forum tersebut Rizal Ramli juga mendapatkan dukungan dan doa dari hadirin agar dapat memimpin bangsa ini menuju perubahan yang lebih baik.

“Kita mendoakan agar cita-cita Pak Rizal Ramli ini dapat terwujud,” ujar Prof Dr Umi Narimawati yang disambut khidmat oleh para hadirin

 

Gelar Ngofa Tidore

Sebelumnya, ekonom yang dikenal memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil ini mendapatkan gelar Ngofa Tidore (Putera Tidore) dari Sultan Tidore, Husain Syah.

Dalam ritual sakral yang digelar di Kesultanan Tidore, Pulau Tidore, Maluku, seremonial berlangsung khidmat dan mendapatkan atensi yang luas dari masyarakat setempat.

Tak hanya itu pemberian gelar adat kepada Rizal Ramli ini boleh dibilang lain dari biasa, karena dihadiri pula oleh para Sultan di kawasan Kepulauan Maluku. Antara lain Sultan Ternate, Sultan Jailolo, Sultan Bacan, dan para tokoh adat lainnya.

Penghargaan ini diberikan untuk Rizal Ramli karena keberaniannya secara lantang dan terbuka menyuarakan nasib masyarakat Timur Indonesia.

Sebagai intelektual yang memegang prinsip “adat dijunjung, budaya disanjung”, Rizal Ramli memang dikenal merupakan tokoh pluralis yang mencintai kebhinekaan.

Masyarakat adat Sunda di Bogor, Jawa Barat, juga pernah secara simbolik menyerahkan sebilah Kujang kepada mantan Kepala Bulog tersebut. 

Kujang adalah senjata khas kebanggaan masyarakat Sunda dan dipercaya merupakan senjata Prabu Siliwangi. Rizal Ramli menerimanya sebagai lambang persaudaraan dan pengakuan adat Sunda.

Dalam acara Kumpul Ngariung di Saung Kujang Pajajaran, Bogor, Jawa Barat itu, Rizal Ramli tak lupa pula menceritakan lika-liku pengalaman masa kecilnya hingga remaja. Sebagai seorang anak yatim piatu Rizal Ramli diasuh oleh sang nenek dan tinggal di Bogor.

Kedekatan Rizal Ramli dengan masyarakat Jawa Barat memang sangat khas, karena bersinggungan dengan ikatan batin. 

Selain sejak kecil hingga remaja dia tumbuh di Bogor. Dia kemudian tinggal di Bandung karena menjadi mahasiswa ITB. Akhirnya Rizal Ramli menemukan jodoh di ibu kota Priyangan tersebut. Karena itu, dia sudah sangat dekat dengan adat dan budaya Sunda.

Saat berkunjung ke wilayah Priyangan Timur, seperti Tasikmalaya, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, tampak ketertarikan Rizal Ramli kepada kesenian dan seni bela diri pencak silat khas Sunda tersebut. ***

 

Loading...

Artikel Terkait