https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Bisnis

Produk Sehat, Berkelanjutan, dan Inovatif Indonesia di Pameran Makanan dan Minuman Terbesar se-Australia

Oleh : luska - Jum'at, 09/09/2022 18:17 WIB

Melbourne, INDONEWS.ID – Produk makanan dan minuman Indonesia tampil moncer di pameran Fine Food Australia pada 5—8 September 2022 di Melbourne, Victoria, Australia. Pada pameran makanan dan minuman terbesar di Australia ini, produk Indonesia meraup potensi transaksi sebesar USD 3,1 juta atau lebih dari Rp46 miliar.

Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney, bekerja sama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne, sukses membuat produk Indonesia mendapat perhatian internasional dalam pameran tersebut.

“Pameran Fine Food merupakan momen penting karena Melbourne merupakan penghubung untuk 
industri makanan dan minuman. Industri makanan dan minuman berkaitan erat dengan industri 
hospitality dan hiburan sehingga akan sangat banyak potensi yang bisa diraih Indonesia di Fine Food,” ungkap Konsul Jenderal RI untuk Victoria dan Tasmania Kuncoro Waseso di pembukaan Paviliun 
Indonesia di Fine Food Australia, Senin (5/9).

Industri makanan dan minuman di Australia memiliki potensi yang besar dengan total impor Australia dari dunia sebesar USD 6,3 miliar pada 2021. Indonesia sendiri merupakan pemasok peringkat ke-9 produk makanan dan minuman ke Australia dengan nilai ekspor pada 2021 sebesar USD 222,9 juta atau meningkat 18 persen dari tahun sebelumnya.

Wakil Kepala ITPC Sydney Annisa Puspasari menjelaskan, sejak pandemi Covid-19 masyarakat 
Australia semakin peduli dengan kesehatan. Selain itu, per 1 Juni 2022 lalu, pemerintah New South 
Wales (NSW) sudah melarang plastik ringan sekali pakai. Per 1 November 2022, pemerintah NSW juga 
melarang kotak dan alat makan dari plastik. Pemerintah Victoria akan melarang plastik, kotak, dan alat makan plastik mulai Februari 2023. Peluang yang muncul dari kebijakan-kebijakan tersebut lah yang ingin disasar Indonesia dalam memperkenalkan produk-produk yang sehat, berkelanjutan, dan inovatif.

“Proses seleksi ekshibitor Paviliun Indonesia di Fine Food 2022 cukup ketat dikarenakan kami ingin 
tunjukkan kepada masyarakat Australia bahwa Indonesia memiliki produk yang sehat, berkelanjutan, dan inovatif sesuai dengan tren dan selera pasar Australia. Terbukti selama pameran berlangsung, Paviliun Indonesia ramai dikunjungi,” terang Annisa.

Produk-produk yang dipamerkan di Paviliun Indonesia, antara lain makanan dan camilan buah yang diolah dengan metode pengeringan beku (freeze-dried) dari PT Hijaukan Bumi Lestari; kemasan dan alat makan yang berkelanjutan yang terbuat dari singkong, kayu, bambu, dan kertas beras dari PT Evogaia Karya Indonesia; berbagai produk berbahan kelapa dari PT Tri Jaya Tangguh; minuman vodka rasa kopi dan mohito rasa limau dari PT Mayora Indah Tbk; biskuit, kacang, dan selai dari PT Dolphin Food & Beverages Industry; serta air kelapa, mi bebas gluten, dan krimer rendah lemak yang dibawa Sony Trading Pty Ltd.

Ajak Pelaku Usaha Australia ke Trade Expo Indonesia 2022 Annisa menyampaikan, pameran Fine Food juga menjadi ajang untuk mempromosikan pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) pada 19—23 Oktober 2022 di ICE BSD City, Tangerang, Indonesia.

“Selain mempromosikan produk-produk makanan dan minuman serta produk kemasan Indonesia, 
kami juga menyebarkan brosur Trade Expo Indonesia ke-37 kepada pengunjung Paviliun Indonesia dan mengajak para pelaku usaha Australia untuk bergabung dalam pameran dagang terbesar di Indonesia yang akan diselenggarakan pada Oktober 2022 mendatang,” jelas Annisa.

Pameran Fine Food merupakan momen yang tepat untuk dapat dimanfaatkan dalam menyebarkan 
informasi mengenai TEI 2022, mengingat Fine Food Australia 2022 diikuti oleh sekitar 1.000 ekshibitor 
dan dikunjungi lebih dari 24.000 pengunjung dari 55 negara. (Lka)

Loading...

Artikel Terkait