https://vinosdeabona.com/slot-gacor/ https://www.tpcd.org.tr/slot-deposit-pulsa/ https://healthcare.skho.moph.go.th/labor-care/uploads/slot-deposit-pulsa/ https://seoscaning.com/slot-deposit-dana/ http://www.info-secur.ru/old/slot-deposit-pulsa-tanpa-potongan/ http://academia.uniminuto.edu/becassp/notas/jasabola/

Bisnis

Rizal Ramli: Pembakar Uang Paling Besar Itu Pejabat yang Ngutang dengan Bunga Tinggi

Oleh : very - Senin, 19/09/2022 16:15 WIB

Rizal Ramli adalah mantan Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia (2000-2001) dan mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (2015-2016). (Foto: ist)

Jakarta, INDONEWS.ID – Ekonom senior, Rizal Ramli dibuat kesal dengan komentar para pejabat dan ahli ekonomi yang mengatakan bahwa subsidi pertalite seperti membakar uang.

“Saya terganggu dan bahkan kesel ketika membaca pejabat-pejabat dan ahli abal-abal yang mengatakan bahwa subsidi patralite bagaikan bakar uang,” ujarnya di Jakarta, Senin (19/9).

Mantan Menko Perekonomian itu mengatakan bahwa sesungguhnya pemakai pertalite adalah para pengendara sepeda motor yang mencapai 120 juta orang. Para pengguna motor tersebut mengantar anak dan istrinya dengan berbagai tujuan, seperti bekerja, atau ke pasar dan sekolah. Jadi, yang mereka lakukan adalah bukan membakar uang.

“Mohon maaf majoritas yang pakai patralite itu 120 juta pengendara sepeda motor, yang menggunakan motornya untuk bekerja dan anter istri & anak. Rata-rata 240  juta orang naik motor, itulah golongan menengah bawah. Bukan orang kaya, bukan bakar-bakar BBM seperti pemilik motor moge. Sisanya 35 juta orang barulah lumayan, menengah atas yang pakai patamax dan solar,” kata Menko Kemaritiman tersebut.

Menurut mantan Kepala Bulog ini, pembakar uang yang paling besar adalah kaum pejabat yang berutang dengan bunga yang tinggi.

“Pembakar uang paling besar itu pejabat yang ngutang jor-joran dengan bunga ketinggian (yield 2% diatas negara-negara yang ratingnya lebih rendah dari Indonesia). Sehingga tahun depan, Indonesia harus bayar bunga utang saja Rp441 triliun dengan cara ngutang lagi,” ujar Bang RR – sapaan Rizal Ramli.

Karena itu, di tahun depan, kata Bang RR, pemerintahan Jokowi akan terus terikat pinjaman dengan membayar bunga yang lebih besar lagi.

“Pemerintah @jokowi sudah terikat pinjol. Itu yang harus dikurangi, dengan negosiasi utang, bukan bikin susah 240 juta rakyat Indonesia! Ngerti !,” ujarnya. ***

Loading...

Artikel Terkait